Perekonomian Masyarakat Memburuk, BI NTB Catat Penurunan Inflow 63 Persen -->

Iklan Semua Halaman

.

Perekonomian Masyarakat Memburuk, BI NTB Catat Penurunan Inflow 63 Persen

Saturday, May 9, 2020
Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Achris Sarwani.

Bima, Berita11.com— Permintaan uang dari perbankan selama bulan Ramadan 1441 Hijriah/ Tahun 2020 Masehi di Provinsi NTB masih rendah. Tercatat jumlah uang masuk (inflow) ke Bank Indonesia sejak awal Ramadan yaitu pada 24 April hingga 6 Mei 2020, tercatat sebesar Rp96,7 miliar, atau menurun 63% dibandingkan periode yang sama pada bulan Ramadan tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp259,3 miliar.

Sementara itu, jumlah uang keluar (outflow) pada periode tersebut di tahun 2020 mencapai Rp514,5 miliar, atau menurun sebesar 11% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019 yang sebesar Rp576,4 miliar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achris Sarwani, menyampaikan penurunan uang yang keluar (outflow) khusus untuk uang pecahan kecil (UPK) bahkan mencapai 60%.


Menurutnya, hal ini mengindikasikan masih terbatasnya transaksi di masyarakat akibat pembatasan kegiatan untuk mencegah penyebaran COVID-19, sehingga berdampak pada menurunnya kebutuhan uang tunai pecahan kecil di masyarakat. Namun demikian, masih cukup tingginya kebutuhan akan dana menjelang akhir Ramadan, di mana perbankan mulai meningkatkan persediaan/ stock kebutuhan uang tunai bagi masyarakat dan pemerintah menjelang hari raya Idul Fitri antara lain untuk kebutuhan pencairan gaji dan tunjangan hari raya yang biasanya dibayarkan dua pekan menjelang hari raya Idul Fitri.

“Menahan penurunan outflow pada tahun 2020 tidak terlalu dalam dibandingkan tahun 2019,” jelasnya, Sabtu (9/5/2020). 

Chart by Berita11.com.

Achris Sarwani menjelaskan penurunan inflow perbankan yang cukup signifikan mengindikasikan rendahnya dana yang disetor atau dana masuk dari masyarakat kepada perbankan. Hal ini dapat disebabkan antara lain karena menurunnya aktifitas transaksi ekonomi/ bisnis akibat pembatasan dan penutupan tempat usaha seperti toko, mall, dan lain sebagainya, meningkatnya jumlah pekerja yang dirumahkan atau diberhentikan, serta penurunan jumlah wisatawan dan perjalanan bisnis (MICE) ke NTB, berdampak cukup signifikan pada setoran uang tunai dari masyarakat kepada perbankan, baik yang bersumber dari dalam Provinsi NTB maupun dari luar daerah NTB yang biasa dibawa oleh wisatawan.

Bank Indonesia memperkirakan sampai dengan akhir Ramadan 1441 H, inflow dan outflow uang tunai kepada perbankan masih akan rendah, seiring dengan adanya pembatasan kegiatan mudik lebaran.

“Di samping itu, baik Bank Indonesia dan perbankan akan membatasi pelayanan penukaran uang tunai, sehingga diimbau kepada masyarakat untuk lebih banyak menggunakan transaksi secara nontunai,” kata Achris. [B-11]