Pimpinan LB Kecam Tindakan Kekerasan Oknum Lapas Dompu Terhadap Arifudin -->

Iklan Semua Halaman

.

Pimpinan LB Kecam Tindakan Kekerasan Oknum Lapas Dompu Terhadap Arifudin

Saturday, May 9, 2020
Pimpinan umum Media online Lensa Bima (LB) Firdaus. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Pimpinan Media online Lensa Bima (LB) Firdaus merasa kecam atas tindakan kekerasan fisik yang dialami salah satu anggonya yang berprofesi sebagai wartawan yakni Arifudin pria 31 tahun warga Desa Matua Kecamatan Woja.

Peristiwa kekerasan dialami Arifudin diduga dilakukan salah satu oknum Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kabupaten Dompu inisial D alias P ini telah dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Sektor Woja Polres Dompu pasca kejadian tersebut, Jumat (7/5/2020) malam sekira pukul 22.30 Wita.

“Secara prinsip, kami mengecam atas kekerasan terhadap wartawan, apalagi wartawan kami, dan saya meminta dengan tegas kepada pihak kepolisian agar proses hukum dijalankan sesuai aturan yang berlaku," tegas Pimpinan Umum Lensa Bima, Sabtu (8/5) siang.

Kejadian yang dilaporkan ke Polisi tersebut berawal saat Arifudin mendapatkan perlakuan tindak kekerasan dari oknum tersebut karena ingin balik rumah saat mereka pesta miras di lingkungan Simpasai Kelurahan Simpasai.

"Saya pamit mau pulang setelah menghargai tawaran mereka (pelaku, red) untuk minum, tapi dia seolah tidak mengizinkan, mungkin efek dari pada alkohol itu," jelas Arifudin panggilan sehari-hari Fen.
Wartawan Arifudin setelah dipukul oknum Lapas Dompu. Foto ist

Akibat tak terima pamitan pulang, lanjut korban, oknum tersebut meludahi dan mengeluarkan ujaran monyet terhadap korban, tapi korban tidak menghiraukan ujaran dan tetap memutuskan untuk pulang.

Namun, bertempat di pertigaan lingkungan Simpasai, korban sedang mengendarai sepeda motor miliknya, tiba-tiba dipanggil oknum tersebut.

Di situlah korban dilakukan pemukulan dan baju yang ia dikenakan sobek akibat ditarik hingga jatuh tersengkur dan mengalami luka lecet di bagian sikut sebelah kanan, meskipun korban sempat melawan, Beruntung kejadian itu, cepat dilerai oleh warga setempat.

"Sebenarnya saya tidak mau berhenti, karena saya menghargai dia, akhirnya saya turun dari sepeda motor dan mendatangi tempat dia, akhirnya dia mencekik leher sambil menarik kerah baju saya dan memukul saya dan saya sempat melawan," beber Fen.

Kapolsek Woja IPDA Abdul Haris, sebagaimana yang dilansir Lensa Post NTB, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan itu. Haris menyebutkan saat ini korban sedang dimintai keterangan dengan perihal dugaan penganiayaan tersebut.

Sementara, oknum Lapas tersebut, hingga berita ini diturunkan, masih dalam upaya dimintai keterangan. [B-10]