Polisi Lepaskan Tembakan Peringatan untuk Bubarkan Massa yang Blokade Jalan Negara di Dompu -->

Iklan Semua Halaman

.

Polisi Lepaskan Tembakan Peringatan untuk Bubarkan Massa yang Blokade Jalan Negara di Dompu

Saturday, May 23, 2020
Konsentrasi Massa yang Menutup Ruas Jalan Negara di Dompu, Sabtu (23/5/2020). Massa Menuntut Pihak Kepolisian segera Menangkap Pelaku Pembacokan Warga Desa Katua Dompu.

Dompu, Berita11.com— Masyarakat Desa Katua Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat memblokade jalan negara Lintas Dompu-Bima, Sabtu (23/5/2020) pagi. Massa menuntut pihak kepolisian segera pelaku pembacokan terhadap M Ali, warga setempat.

Dalam tuntutannya, massa meminta pihak kepolisian menangkap pria berinisial AN, warga Dusun Tololara, Desa Madawau Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima.

Informasi dari pihak kepolisian, peristiwa penganiayaan yang menimpa korban bermula pada Jumat, 22 Mei 2020, saat istri terduga pelaku mengisi angin ban sepeda motornya di bengkel tempat tinggal korban. Karena merasa masih berkeluarga dengan korban, yang tujuannya bercanda dengan istri pelaku, korban sempat mengeluarkan bahasa guyon, “Jangankan ngisi angin ban motor mu dek, mulut mu juga bisa diisi angin,” kata korban.

Setelah itu, istri pelaku melaporkan bahasa yang dilontarkan korban. Pelaku yang merasa keberatan dan berang, kemudian mencari korban sekira pukul 06.00 Wita, Sabtu, 23 Mei 2020. Pelaku langsung membacok korban yang sedang duduk di teras rumahnya di Dusun Lagara Desa Katua Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. akibatnya lengan kiri korban mengalami luka sangat serius. Usai membacok korban, pelaku langsung melarikan diri di kampungnya di Dusun Tololara Desa Madawau Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima.

Sekira pukul 08.05 Wita, Kasat Intelkam Polres Dompu IPTU Makrus, S Sos dan Kapolsek Dompu IPDA I Kadek Suadaya Atmaja, S.Sos tiba di lokasi pemblokiran jalan. Kedua periwa kepolisian tersebut berupaya melakukan penggalangan terhadap keluarga korban dan massa agar segera membuka ruas jalan negara yang ditutup.

Selain itu, meminta menyerahkan penanganan kasus penganiayaan itu kepada pihak kepolisian. Permintaan aparat kepolisian ditolak keluarga korban dan warga, sehingga Kasat Intelkam dan Kapolsek Dompu beserta anggota membuka secara paksa ruas jalan negara yang ditutup. Saat proses pembukaan paksa ruas jalan, sempat terjadi perlawanan, sehingga aparat keamanan terpaksa melepaskan tembakan peringatan hingga massa langsung membubarkan diri.

Sekira pukul 08.25 Wita, akses jalan berhasil dibuka anggota Polsek Dompu dan anggota IK Polres Dompu dibantu sejumlalh warga. [B-11]