Presiden Minta Antisipasi dan Mitigasi Dampak Kemarau Disiapkan lebih Awal, ini Ketahanan Pangan Kabupaten Bima -->

Iklan Semua Halaman

.

Presiden Minta Antisipasi dan Mitigasi Dampak Kemarau Disiapkan lebih Awal, ini Ketahanan Pangan Kabupaten Bima

Wednesday, May 6, 2020
Presiden Jokowi.

Jakarta, Berita11.com— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, 30 persen wilayah yang masuk zona musim ke depan akan mengalami kemarau yang lebih kering dari biasanya. Untuk itu, Presiden Jokowi meminta jajaran untuk menyiapkan antisipasi dan mitigasi disiapkan dari sekarang agar ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan tidak terganggu.

Hal itu disampaikan Presiden saat rapat terbatas melalui telekonferensi di Jakarta, Selasa (5/5/2020).

Menurut Presiden, Ketersediaan air di daerah-daerah pertanian merupakan kunci. “Untuk itu, dalam rapat terbatas melalui telekonferensi siang ini, saya meminta jajaran pemerintah terkait untuk mempersiapkan berbagai upaya untuk menyimpan air, dari penyimpanan air hujan, memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya,” katanya.

Selain itu, catatan kedua dari Presiden, percepatan musim tanam dengan memanfaatkan curah hujan yang masih ada saat ini, petani harus tetap berproduksi dengan menerapkan protokol kesehatan. Maka, ketersediaan sarana produksi pertanian seperti bibit dan pupuk, harus ada dan harganya terjangkau.

“Ketiga, saya meminta jajaran terkait memperhatikan manajemen pengelolaan stok kebutuhan pokok. Bulog tetap harus membeli gabah dari petani sehingga harga di petani menjadi lebih baik,” katanya.

Jumlah stok dan ketahanan pangan di Kabupaten Bima dan Keseluruhan Provinsi NTB 


Kepala Perum Bulog Cabang Bima, Sawaluddin Susanto mengatakan, secara umum stok beras untuk tiga daerah cakupan Bulog setempat meliputi Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu dan Kota Bima dalam keadaan aman. Adapun stok beras di gudang milik Bulog Bima 6.300 ton atau 6.300.000 Kg. Jumlah tersebut mencukupi kebutuhan selama 11 bulan.

“Stok 6.300 ton ini mencukupi untuk kebutuhan selama 11 bulan ke depan, dengan catatan beras yang keluar dari gudang Bulog (Bima) 600 ton per bulan,” kata pria yang akrab disapa Anto kepada Berita11.com, belum lama ini.

Ia mengatakan, Bulog Cabang Bima siap jika terjadi lonjakan permintaan beras dari masyarakat. Bulog Cabang Bima juga memiliki stok minyak goreng hingga 19.000 liter, sehingga mencukupi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan selama bulan suci Ramadan 1441 H/ 2020 Masehi, serta selama wabah virus Corona.

“Kita juga menyiapkan layanan antar langsung ke rumah dengan bekerja sama dengan PT Pos untuk antisiapsi virus Corona. Masyarakat cukup pesan melalui whatshapp, selanjutnya beras diantar pihak PT Pos,” ujarnya.

Secara terpisah Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bima, Ir Syaifuddin menyebutkan, jumlah stok beras di gudang pemerintah daerah sebanyak 20 ton dan mencukupi kebutuhan masyarakat termasuk saat bencana selama enam bulan ke depan.

Adapun persediaan setara beras di NTB secara keseluruhan daerah berdasarkan data Bulog yakni 40.291.070,75 Kg, sedangkan jumlah penduduk NTB sebanyak 5.016.753,00 jiwa, jumlah konsumsi per orang/ hari 0,279 Kg, konsumsi di NTB per hari 1.399.674,09 Kg, sehingga dengan jumlah persediaan tersebut, ketahanan stok 28 hari.

Adapun jumlah total stok di Bulog Cabang Bima hingga per 30 April 2020 sebanyak 6.610.259,85 Kg atau 6.610,26 ton, yang rinciannya stok gudang Jatiwangi 334.469,00 Kg, Gudang Bolo 3.633.170,41 Kg, Gudang Doro Tangga Dompu 2.632.620, 44 Kg.

Sementara itu, jumlah produksi gabah kering panen (GKP) hingga April 2020 di wilayah Kabupaten Bima berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distambun) Kabupaten Bima sebesar 40.094 ton atau 40.094.000 Kg, sedangkan akumulasi GKP Januari hingga April 2020 sebanyak 93.383 ton atau 93.383.000 Kg, luas panen hingga April 2020 seluas 9.117 hektar, total luas panen Januari hingga April 2020 seluas 20.777 hektare, rerata produktivitas panen padi Januari hingga April 2020 sebesar 43,98 kwintal/ hektare, rata-rata produktivitas padi selama Januari hingga April 2020 sebesar 44,94 Kwt/ Ha, jumlah panen selama Januari hingga Maret 2020 sebanyak 11.660 ton atau 11.660.000 Kg, produksi padi 52.392 ton atau 52.392.000 Kg.

Berdasarkan data statistik, jumlah penduduk Kabupaten Bima 458.961 jiwa, sehingga jika asumsi konsumsi per orang/ hari 0,279 Kg, maka total konsumsi per orang/ hari di Kabupaten Bima 128.050 Kg, rata-rata atau rerata konsumsi per bulan 3.841.504 Kg, rerata konsumsi beras setahun 46.098.043 Kg.

Sementara stok beras di masyarakat hingga April yang dihitung dari angka produktivitas beras 36.419.370 Kg, dengan analisis total GKP dikurangi penyusutan berat air GKP dan gabah kering giling (GKG) hingga 39 persen, sedangkan durasi ketahanan beras paling sedikit 9,4 (10 bulan), yang mana dihitung dari stok beras pada tingkat petani atau masyarakat dibagi rata-rata konsumsi per bulan. [B-11]