Perusakan Tenda Gugus Tugas Covid-19 di Perbatasan Kota Bima, ini Kronologi Lengkapnya -->

Iklan Semua Halaman

.

Perusakan Tenda Gugus Tugas Covid-19 di Perbatasan Kota Bima, ini Kronologi Lengkapnya

Saturday, May 23, 2020
Kondisi Tenda Gugus Tugas Covid-19 di Batas Kota Bima Pasca Diamuk Sejumlah Anggota Ormas.

Kota Bima, Berita11.com— Sejumlah anggota Banser GP Ansor Kota Bima ribut di area piket Tim Gugus Tugas Covid-19 di perbatasan atau pintu masuk ke Kota Bima, Kamis (21/05/2020) malam lalu. Keributan disertai perusakan tenda BPBD.

Informasi yang diperoleh Berita11.com, sekira pukul 20.30 Wita, datang segerombolan atau lebih kurang 25 anggota GP Ansor ke Posko Peduli Covid-19 di batas Kota Bima untuk mengklarifikasi pihak BPDB Kota Bima berkaitan anggaran Covid-19, karena GP Ansor kecewa dan merasa tersinggung dengan penjelasan oleh pihak BPDB tentang pembayaran honor.

Hal itu memicu ketegangan. Namun aksi lebih lanjut dapat dicegah oleh pihak kepolisian. Sejumlah oknum tersebut diberikan pemahaman. Kepala Pos Pam IPDA Kuntho Tomiek Prakoso melakukan koordinasi dengan Kabag Ops terkait masalah tersebut. Setelah itu Kabag Ops langsung datang ke perbatasan kota guna menyampaikan imbauan dan memberikan arahan kepada GP Ansor.

Sekira pukul 23.25 Wita, Kapolres Bima Kota, Dandim 1608 Bima, Kabag Ops Polres Bima Kota, Kasat Sabhara Polres Bima Kota dan Kepala BPDB Kota Bima memberikan imbauan dan melakukan mediasi terhadap GP Ansor dan BPDB guna menentukan keputusan. Selain itu, memberikan arahan dan imbauan kepada anggota Ormas tersebut agar sama-sama saling menghargai, berkomunikasi yang baik sehingga permasalahan dapat diatasi bersama. Aparat keamanan juga memberikan pengertian kepada pihak GP Ansor untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Ketua GP Ansor Kota Bima Rafi’in M Rum, mensikapi adanya aksi anggota GP Ansor yang membuat keributan di Posko Covid-19 (karantina wilayah) perbatasan antara Kota Bima dan Kabupaten Bima di Lingkungan Niu Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.

Lebih kurang 20 anggota GP Ansor tiba di Posko Covid-19 datang untuk mengklarifikasi pihak BPBD Kota Bima berkaitan adanya pernyataan dari salah seorang dengan menggunakan hand phone dengan Ketua Satgas Covid-19 GP Ansor Kota Bima, Rusdiono yang dinilai membuat ketersinggungan, sehingga langsung melakukan keributan dan perusakan posko.

Menurut Rafi’in, maksud kedatangan anggota GP Ansor bukan berkaitan masalah honor atau gaji, melainkan mengklarifikasi pernyataan yang sempat menyinggung anggota GP Ansor. 




Ia memastikan kejadian itu sudah diselesaikan. Bahkan Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo Wicaksono dan Dandim 1608 Bima Letkol Inf Teuku Mustafa Kamal datang menyelesaikan permasalahan yang dinilai merupakan kegagalan komunikasi (miss communication) tersebut.

“Kami menempatkan sekitar 24 orang dari GP Ansor Kota Bima untuk terlibat dalam tim penanganan Covid-19 yang diperbantukan untuk menjaga di (lokasi) karantina wilayah sesuai dengan SK Wali Kota Bima, termasuk penempatan beberapa anggota GP Ansor Kota Bima di beberapa tempat atau perbatasan Kota dengan Kabupaten Bima,” ujar Rafik dikutip dari media lain. [B-12]