Sampaikan Selamat Idul Fitri, HBK Berharap Masyarakat Lombok Bersabar Hadapi Pandemi Covid-19 -->

Iklan Semua Halaman

.

Sampaikan Selamat Idul Fitri, HBK Berharap Masyarakat Lombok Bersabar Hadapi Pandemi Covid-19

Saturday, May 23, 2020
H Bambang Kristiono dan Keluarga.

Jakarta, Berita11.com— Anggota DPR RI H Bambang Kristiono (HBK) bersama istri tercinta, Hj Dian BK menyampaikan ucapan selamat hari raya Idul Fitri 1441 H kepada segenap masyarakat NTB, khususnya masyarakat di Pulau Lombok.

Petinggi Partai Gerindra ini berharap, Idul Fitri 1441 H, bisa menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dalam menghadapi masa pandemi Covid-19.

"Minal Aidin Wal Faidzin. Saya HBK, bersama istri dan keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, untuk masyarakat NTB pada umumnya serta masyarakat P. Lombok pada khususnya," kata HBK didampingi Hj. Dian BK, Jumat malam (22/5), di Jakarta.

HBK mengatakan, momen lebaran tahun ini memang banyak hal yang harus ditahan dan disesuaikan, lantaran keadaan wabah dan pandemi Covid-19 yang terjadi secara global.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di sejumlah daerah, telah mengubah tradisi atau kebiasaan yang selama ini berlangsung di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Imbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah, beribadah di rumah, bekerja di rumah, dan bersekolah di rumah, harus dilaksanakan dengan optimal dan penuh kesadaran demi memutus rantai penyebaran Covid-19 di negeri ini.

“Sekarang ini, banyak masyarakat yang tidak bisa mudik, banyak yang terdampak secara sosial, ekonomi akibat dari pandemi Covid19 ini. Tetapi yakinlah, bahwa dengan kebersamaan dan tetap mentaati anjuran pemerintah, in syaa Allah pandemi ini bisa kita lewati dengan baik,” katanya.

HBK mengaku sangat berat, dan sedih sekali tidak bisa mengunjungi masyarakat Pulau Lombok saat bulan suci Ramadan serta hari kemenangan Idul Fitri 1441 Hijriah. Namun demi kebaikan bersama, di mana traficc bepergian setiap warga negarapun dibatasi, untuk menekan dan membatasi angka penyebaran wabah Covid-19.

Tapi menurut HBK, dari hati yang paling dalam, ia bersama keluarga tetap merasa dekat dengan masyarakat Pulau Lombok.

“Mungkin kita tidak bisa bersilaturahmi secara fisik, tidak bisa bersalam-salaman saat lebaran, tapi silaturahmi secara bathin dan kita akan selalu bersama-sama untuk saling mendoakan yang terbaik ke depan,” imbuhnya.

Sementara itu, istri tercinta HBK, Hj Dian BK juga menyampaikan salam dan kerinduannya kepada masyarakat NTB, khususnya kepada kaum perempuan di Pulau Lombok.

Ia berharap para perempuan NTB juga bisa tabah dan sabar dalam melewati masa-masa sulit di tengah pandemi Covid-19.

“Ibu-ibu tentu yang paling merasakan dampak dari pandemi Covid19 ini. Tetapi tetaplah yakin, sabar, dan tegar dalam melewati masa sulit ini. Saya juga merasakan kesulitan yang sangat luar biasa akibat pandemi Covid19 ini. Isolasi mandiri, secara ekonomi juga sangat memberatkan, biaya hidup meningkat tajam,” ujar Hj Dian BK.

HBK dan Hj Dian BK juga dengan kerendahan hati menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Pulau Lombok, karena tidak bisa hadir langsung di momen Idul Fitri tahun ini.

HBK, Ketua Badan Pengawasan dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, yang dikenal samurainya Prabowo, kini duduk di DPR RI sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI melalui Pileg 2019, dengan Dapil NTB-2 Pulau Lombok.

Meski tak bisa hadir langsung di tengah-tengah masyarakat pemilihnya di Pulau Lombok, namun sepanjang bulan Ramadan, juga bulan-bulan sebelumnya, Tim HBK Peduli, besutannya terus bergerak, terutama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dalam membantu masyarakat terdampak Covid-19 di NTB.

Tim HBK Peduli yang ada di setiap kabupaten dan kota di Pulau Lombok, telah membagikan ribuan paket sembako untuk masyarakat miskin yang tidak mampu, menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan bagi para lansia, melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum, serta menyalurkan Alat Pelindung Diri (APD) dan masker pelindung, langsung kepada masyarakat serta sejumlah Puskesmas yang berada di Pulau Lombok, selama masa pandemi Covid-19. [B-24/*]