Ternyata, Polisi sudah Tetapkan TSK Kades Calabai Dugaan Aniaya Terhadap Warga -->

Iklan Semua Halaman

.

Ternyata, Polisi sudah Tetapkan TSK Kades Calabai Dugaan Aniaya Terhadap Warga

Monday, May 11, 2020
Kasat Reskrim Polres Dompu IPTU Ivan Ronald Christofel, S.T.K. Foto Poris Berita11.com 

Dompu, Berita11.com - Penyidik Kepolisian Resor Dompu ternyata sudah menetapkan tersangka (TSK) Kepala Desa Calabai Kecamatan Pekat Syaifudin Juhri, S.Pd atas kasus dugaan penganiayaan terhadap warganya yang terjadi pada Kamis (2/4/20) lalu.

"Kami sudah naikkan statusnya menjadi tersangka, tinggal tunggu sidang," kata Kasat Reskrim IPTU Ivan Ronald Cristofel, S.T.K di ruang kerjanya, Senin (11/5/2020) siang.

Ivan menjelaskan, Kades Syaifudin Juhri tidak dilakukan penahanan. Karena, kasus Tindak Pidana Ringan (TIPIRING) dan berkasnya tidak dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Dompu dan langsung disidangkan dengan cara Video Conference (Vicon).

"Terkait kasus TIPIRING diancam di bawah 5 tahun, jadi yang bisa ditahan itu, ancaman di atas 5 tahun, sehingga tidak dilakukan penahanan, tetapi tetap statusnya tersangka," ujar Kasat Reskrim.

Lebih juah, Ivan tidak menjelaskan secara detail, kapan hari dan tanggal terkait gelar perkara penetapan tersangka Kades Calabai, sebagaimana yang dilansir Berita11.com pada Senin (4/5/20) pekan lalu, yang menyebutkan bahwa pekan lalu akan digelar perkara penetapan TSK.

"Untuk harinya saya lupa, yang jelas sudah dilakukan bulan ini," terangnya.

Menurut Ivan, Kades Syaifudin Juhri dikenakan Pasal sangkaan 352 yang berbunyi, penganiayaan yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau pencarian, diancam, sebagai penganiayaan ringan, dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

"Berkasnya masih sama kita, dan kami sendiri yang mendaftarkan berkasnya ke Pengadilan tanpa melalui Kejaksaan, setelah disidangkan baru divonis berapa bulan oleh pengadilan," bebernya.

Untuk gelar persidangan, Ivan menambahkan, pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak Pengadilan Negeri Dompu untuk mengetahui kapan dimulai persidangan.

"Yang jelas, kepolisian sudah melakukan tindakan sesuai prosedur yang ada dan berkasnya klir, dan tinggal tunggu sidang," pungkas Ivan. [B-10]