Tinggalkan Seorang Istri dan Dua Anak, Pegawai Honor UPT Kebersihan Woha Tewas saat Bertugas -->

Iklan Semua Halaman

.

Tinggalkan Seorang Istri dan Dua Anak, Pegawai Honor UPT Kebersihan Woha Tewas saat Bertugas

Tuesday, May 5, 2020
Istri Korban dan Dua Anaknya Memadang Kosong, Melihat Korban tak Bernyawa.

Bima, Berita11.com— Tunai sudah tugas dan rutinitas Muhsen, setiap hari bergelut dengan barang kotor dan bau busuk. Pria 41 tahun yang setiap hari bertugas sebagai pegawai honorer UPT Kebersihan Kecamatan Woha, Kabupaten Bima ini, mengembuskan napas terakhir setelah terpental dari truk sampah dan terbentur aspal, sekira pukul 08.30 Wita, Selasa (5/5/2020).

Peristiwa naas yang dialami pria asal Dusun Sarae Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima tersebut terjadi mobil sampah berwarna kuning itu menempuh rute biasa dari Desa Talabiu menuju TPA Waduwani. Saat sedang merapikan karung sampah sambil berdiri di atas bak truk, tubuh korban terpental ke jalan raya setelah kepalanya tersangkut di kabel listrik. Seketika korban tersungkur dan terbentur aspal. Akibatnya, korban mengalami luka serius. 

Supir truk sampah, Irfan M Saleh (30 tahun) mengaku, setelah peristiwa naas terjadi, ia menghentikan laju kendaraan. Kemudian bersama warga lain bergegas membawa korban ke Puskesmas Woha menggunakan kendaraan lain. Namun naas, nyawa korban tidak dapat diselamatkan setelah tiba di Puskesmas Woha.

Tak lama setelah korban mengembuskan napas terakhir, Camat Woha dan Kapolsek Woha, pihak Pemerintah Desa Rabakodo dan istri korban tiba di Puskesmas Woha. Istri korban tampak tak kuasa menahan tangis dan terpukul atas kepergian korban.

Sekira pukul 09.30 Wita, jenazah korban kemudian dibawa pulang ke rumah duka menggunakan mobil ambulan PKM Woha. 




Korban adalah pegawai honor di UPT Kebersihan Woha Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bima. Setiap hari bertugas sebagai petugas kebersihan yang mengurus sampah. Korban meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil. [B-12]