Dinilai tidak Transparan APBDes, APPD Cempi Jaya Demo Kepala Desa

Iklan Semua Halaman

.

Dinilai tidak Transparan APBDes, APPD Cempi Jaya Demo Kepala Desa

Kamis, 25 Juni 2020
APPD Cempi Jaya saat menggelar orasi di depan Desa setempat. Foto Poris Berita11.com.

Dompu, Berita11.com - Gabungan pemuda dan mahasiswa yang mengatas namakan Aliansi Pemuda Peduli Desa Cempi Jaya melakulan aksi demonstrasi di desa setempat, Kamis, (25/6/2020) siang.

Massa menilai bahwa Kepala Desa Cempi Jaya Syarifudin mengelola Alokasi Dana Desa (ADD) tidak dilakukan dengan transparansi, sehingga mereka berpendapat bahwa Kades diduga ada konspirasi dengan stafnya.

Korlap Aksi Ahmadin kepada Berita11.com mengatakan, mereka menuntut lima poin utama pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Cempi Jaya cenderung tersembunyi.

"Kami mendesak pemerintah desa untuk melakukan transparansi pengelolaan APBDes terhadap masyarakat luas dan tidak adanya aturan yang mengatakan pemotongan tunjangan pemerintah desa," beber Korlap.

Selain itu, mereka juga meminta agar mengevaluasi kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang dinilai tidak memahami fungsi dan tugas.

Kemudian, lakukan sosialisasi data masyarakat yang bermasalah yang diganti ke masyarakat luas dan mendesak pemerintah desa agar mengeluarkan sertifikat program nasional (PRONA).

Saat orasi berlangsung, tidak hanya pemuda yang turun aksi, namun puluhan ibu-ibu juga ikut bergabung untuk menuntut keadilan

Usai melakukan orasi secara bergantian, massa aksi diterima kepala desa dan sejumlah staf lain guna dilakukan audensi di depan kantor desa setempat.

Dalam dialognya, Syarifudin mengatakan, pembuatan APBDes memang telah direncanakan sejak dirinya dilantik pada Januari lalu, karena ada sesuatu hal yang membuat tertunda pembuatan APBDes tersebut.

"Dari awal, kita semua tidak ada dalam hati kecil untuk tidak melakukan transparansi dalam hal pengelolaan APBDes, sebenarnya sudah dari awal pembuatan APBDes ini, karena terkendala lain hal sehingga sampai hari ini kami belum sempat membuatnya," tanggapan Kepala Desa.

Ia mengakui, bahwa banyak sekali pekerjaan yang mendesak pemerintah desa sehingga menjadi kendala salah satunya Surat Pertanggung Jawaban (SPj) yang hingga saat ini belum dikeluarkan untuk menggaji aparat desa dan lain-lain.

"SPj DD kita juga belum selesaikan, ini semua barang kali terlambatnya tempel dan informasikan anggaran APBDes ini, saya juga baru lima bulan menjabat jadi saya butuh proses, begitu juga dengan bendahara saya, hal ini lah yang menghambat kami untuk bekerja yang maksimal" akuinya.

"Kami sadar, bahwa secara administrasi kami belum begitu menguasai, banyak sekali yang kami pelajari, tapi insya Allah, ada tim pembantu desa, yg ikut membatu kami nanti," sambungnya.

Nmaun Syarifudin berjanji, jika ada penyelewengan ADD yang terjadi atau yang dilakukan baik secara individu maupun secara bersama stafnya maupun pihak manapun, pihaknya bersedia dilaporkan.

"Ketika nanti ada penyelewengan, saya siap diproses secara hukum, itu janji saya," janji Syarifudin di hadapan puluhan massa aksi.

Aksi demonstrasi APPD Cempi Jaya dikawal ketat oleh aparat kepolisian dari jajaran mapolsek hu'u dibawah garis komando IPDA Zuharis. [B-10]