Ida Fitriani Pastikan Limbah Medis di RSUD Dompu tak Ada Lagi yang Tercecer

Iklan Semua Halaman

.

Ida Fitriani Pastikan Limbah Medis di RSUD Dompu tak Ada Lagi yang Tercecer

Sabtu, 20 Juni 2020
Kasi Humas dan Pemasaran RSUD Dompu usai memberikan keterangan pers. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Kepala seksi Hubungan Kemasyarakatan (Kasi Humas) dan Pemasaran RSUD Dompu Ida Fitriani, S.Keb, Bd memastikan bahwa tidak akan ada lagi limbah medis yang tercecer.

Wanita yang dipercaya sebagai Kasi Humas dan Pemasaran baru beberapa bulan ini menegaskan, penanganan limbah medis di RSUD Dompu tetap dilakukan sesuai dengan mekanisme dan aturan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Kami benar benar teliti dan bekerja dengan baik dalam hal penanganan limbah medis di rumah sakit," tegas wanita yang cukup ramah ini saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (20/6/2020) pagi.

Ida Fitriani menerangkan, limbah medis di RSUD Dompu sejak Januari hingga kini tahun 2020 tercatat mencapai 7 Ton dan limbah ini, dikelola pihak ketiga yakni perusahaan yang ada di wilayah Jawa Timur.

"Perusahaan inilah yang datang langsung mengakut limbah medis disini dengan menggunakan mobil khusus. Tapi sebelum limbah ini diakut limbah ini sudah kami pilah dan dibungkus," terangnya.

Mengenai anggaran yang dikeluarkan, lanjut Ida Fitriani, tergantung jumlah limbah medis. Artinya, RSUD Dompu membayar kepada perusahaan dengan hitungan per-kilo limbah medis.

"Nilainya, dibawa RP 50 ribu perkilo," ungkap wanita yang biasa disapa akrab Mbak Yani ini.

Menurutnya, jika dibading tahun 2019 lalu, jumlah limbah medis lebih sedikit di tahun 2020 ini, penurunan pengelolaan limbah ini dilakukan dengan baik, salah satu contoh, limbah Pampers.

Limbah tersebut diperas kemudian dikeringkan, baru dibungkus. Hal itu dilakukan, kata Mbak Yani, untuk mengurangi berat limbah Pampers saat ditimbang. 

"Kalau ditimbang dalam keadaan basah maka Otomatis beratnya bertambah. Jadi kalau dikeringkan maka itu bagian mengurangi berat alias mengurangi biaya yang dikeluarkan untuk pengolahan limbah itu," papar Mbak Yani. [B-10]