Kelola ADD Baka Jaya Dinilai tidak Transparan, Permada Baja Unras Camat Woja

Iklan Semua Halaman

.

Kelola ADD Baka Jaya Dinilai tidak Transparan, Permada Baja Unras Camat Woja

Senin, 22 Juni 2020
Massa aksi saat beraudensi dengan Camat Woja. Dok. Poris Berita11.com

Dompu, Berita11.com - Puluhan pemuda yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa dan Pemuda Baka Jaya (Permada Baja) menggelar aksi unjuk rasa (Unras) di Kantor Camat Woja Kabupaten Dompu, Senin (22/6/2020) pagi.

Mereka menilai, bahwa pengelolaan Alakosi Dana Desa (ADD) diantatanya APBDes, RAB, Daftar Penerima Bantuan RTLH, Dokumen BUMDes berupa foto copy.

Kemudian, laporan jumlah pendapatan asli desa dan realisasi selama tiga tahun terakhir dan laporan penerima manfaat akibat dampak Covid-19 melalui dana desa tahun 2020 tidak ada transparan.

"Kami meminta Camat Woja, agar segera memanggil Pemerintah Desa Baka Jaya untuk mempertanyakan terkait pengelolaan anggaran dana desa yang menurut kami tidak ada transparansi," pinta ketua Permada Baja, Akabar.

Menurut dia, pengelolaan anggaran desa sejak tahun 2018 hingga tahun 2020 ini, pihak pemerintah desa enggak untuk memberikan kejelasan jumlah pengelolaan, meskipun, mereka telah berupaya untuk meminta kejelasan terhadap pemerintah desa.

"Camat Woja segera memanggil pihak desa untuk mempertanyakan tuntutan kami dan Kepala Desa harus memberikan penjelasan secara komprehensif kaitan dengan beberapa poin persoalan ini," desak Akabar.

Menanggapi hal itu, Camat Woja Suherman, S.Pt saat menerima massa aksi, pihaknya berjanji bahwa dalam waktu beberapa hari kedepan bakal memanggil Kepala Desa Baka Jaya Umar H. Abakar untuk mempertanyakan terkait tuntutan massa aksi.

"Saya akan panggil Kepala Desanya dalam waktu tiga hari, saya akan klarifikasi dulu sama Kepala Desa, setelah itu baru saya panggil adik-adik (massa aksi, red) janji Camat Woja.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan Permada Baja dikawal ketat oleh aparat kepolisian dari sektor Woja yang dipimpin Kapolsek IPDA Abdul Haris. [B-10]