Kritik Respon Penanganan Dampak Covid-19, Pemuda Desa Kateng Pasang Baliho Besar

Iklan Semua Halaman

.

Kritik Respon Penanganan Dampak Covid-19, Pemuda Desa Kateng Pasang Baliho Besar

Sabtu, 20 Juni 2020
Baliho yang Dipasang Forum Pemuda Peduli Desa Kateng Praya Barat.


Praya, Berita11.com— Forum Pemuda Peduli Desa (FPPD) Kateng, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah memasang baliho besar di sejumlah titik sentral sepanjang jalan di desa setempat. Forum pemuda ini ingin memberitahukan masyarakat agar sadar bahwa keadaan desa setempat tidak dalam kondisi baik-baik saja.

Ketua Forum Pemuda Peduli Desa (FPPD) Desa Kateng, Edi Suryansyah menjelaskan, pemasangan baliho sebagai pemakluman kepada masyarakat maupun pemerintah desa.

“Seharusnya di tengah kesulitan ekonomi akibat dari Covid-19 ini, Pemdes bisa memanfaatkan hasil dari BUMDES kita di desa. Akan tetapi malah dinikmati oleh segelintir orang saja, kalau itu yang dilakukan Pemdes, pasti masyarakat akan sangat terbantu, akan tetapi Pemdes tidak pernah transparan terhadap penghasilan BUMDES ini,” ujarnya di Praya, Sabtu (20/6/2020).

Dalam baliho besar yang dipasang pihaknya, terpampang dengan kalimat “Desaku yang Malang" sebagai isyarat banyak permasalahan di desa setempt.

“Sering kali kita beserta rekan-rekan pemuda yang lain, turun untuk mendengar keluh kesah masyarakat. Karena mereka tidak pernah diperlakukan adil oleh kepala desa, baik secara sosial maupun secara infastruktur, apakah ini tidak termasuk abuse of power,” kata Edi.

Menurutnya, para pemuda desa setempat sudah sering menyampaikan input kepada Kades. “Masukan itu hanya sekadar ditampung,tapi tidak pernah direalisasikan,” katanya.

Ia juga menilai banyak proyek yang tidak berskala prioritas. Karena Kades mementingkan kelompoknya tertentu. Bahkan ada lembaga desa yang tidak mengetahi fungsi dan tugasnya.

“Kita ini adalah desa tua di Lombok Tengah. Oleh karena itu, masa kita kalah sama desa- desa yang belum lama mekar, akan tetapi kita kalah sama desa tersebut. Contohnya Desa Tanak Rarang, kita jauh kalah dari mereka. Semua lembaga desa mereka aktif, beda dengan Desa Kateng yang hanya diperas hartanya saja,” ujarnya.

Edi juga mengingatkan perangkat desa agar tidak hanya memperkaya diri atau kelompok tertentu. “Kalau saja ini masih tidak didengar, maka kami akan mengambil langkah tersendiri. Untuk tulisan yang di baliho itu, kami bisa pertanggung jawabkan, karena kami punya bukti berupa data-data yang otentik yang akan kita bawa saat audiensi nanti,”tukasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kateng belum berhasil dikonfirmasi berkaitan sorotan pemuda setempat. [B-17]