Lagi, Jatanras Polres Dompu dan Sat Intelmobda Bekuk sang Ayah Diduga Cabuli Anaknya -->

Iklan Semua Halaman

.

Lagi, Jatanras Polres Dompu dan Sat Intelmobda Bekuk sang Ayah Diduga Cabuli Anaknya

Saturday, June 6, 2020
MN saat dibekuk di rumah orang tuanya di Kelurahan Pitu Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Belum genap satu Minggu, masyarakat Kabupaten Dompu dihebohkan dengan adanya insiden amukan massa terhadap seorang ayah yang mencabuli anak kandungnya, kini kembali terjadi kasus yang sama.

Kali ini, tim gabungan Jatanras Polres Dompu dan anggota Intelmobda NTB Kompi 2 Batalyon C yang dipimpin Bripka Zainul Subhan kembali membekuk seorang ayah bejat inisial MN (43) karena diduga telah mencabuli anak kandungnya yang masih berusia 3 tahun, Jumat (5/6/2020) malam, sekira pukul 21.10 Wita.

Kasat Reskrim IPTU Ivan Roland Cristofel S.T.K melalui PAUR Subbag Humas Polres Dompu AIPTU Hujaifah menjelaskan, hal itu diketahui berawal dari cerita korban kepada neneknya Aisyah (61) yang merupakan mertua dari terduga pelaku. 

Aisyah menceritakan bahwa pada tanggal (2/6/2020) pagi, sekira pukul 07.00 Wita hendak mencucikan kencing korban namun korban keluhkan sakit pada bagian kemaluannya dan juga tidak mau dipakaikan celananya.

"Pagi harinya, nenek korban ingin mencuci kencing korban namun korban mengelak karena kesakitan, lalu neneknya pun menanyakan korban dalam bahasa daerah “babauna anae (kenapa anak)” dan dijawab“ pili ra hako ba papa (sakit karena diganggu papa)”, jelas Hujaifah.

"Nenek korban melanjutkan pertanyaannya “ra hako ka bune ba papa (diganggu bagaimana sama papa)” dan dijawab kembali oleh korban dengan memeragakan sebuah gerakan yaitu  menggoyang goyangkan pantatnya." Sambung Hujaifah.

Lebih lanjut, nenek korban menjelaskan, sekira pukul 03.00 Wita, dini hari, nenek korban sempat terbangun dan mendengar korban menangis, saat itu terduga pelaku tidur satu kamar dengan korban.

"Ketika mendengar korban menangis, neneknya bertanya menggunakan bahasa daerah, "E... MN babau nangi kai ana mu" (E... MN kenapa anakmu menangis)” kemudian di jawab “Ake na ne'e raho Hp ku (ini mau minta HP)” ungkap Hujaifah yang kutip dari cerita nenek korban.

Masih dikutip dari cerita nenek korban, selang beberapa menit kemudian, lanjut Hujaifah, nenek korban mendengar suara desahan dari MN dibarengi dengan tangisan korban, akhirnya nenek korban pun memanggil dan kembali bertanya menggunakan bahasa daerah.

"Kenapa anaknya menangis dan dijawab “Ake wara karawo ma rai ese wawo sarumbu mada (ini ada tikus yang lari diatas badan saya)” dan saat itu pula nenek korban mendengar MN menenangkan korban," cetus Hujaifah.

Pagi harinya MN meninggalkan rumah mertuanya, di saat itulah akasi bejat sang ayah mulai terungkap ketika nenek korban mengetahui saat korban meminta untuk dicucikan kencingnya dan mengeluhkan sakit pada vaginanya.

"Saat neneknya melihat bibir vagina korban lecet kemerahan dan ada cairan diduga itu adalah cairan sperma di sekitar bibir vagina korban, kemudian nenek korban memberitahu pada suami saya," terang Hujaifah.

Menurut Hujaifah, berhubung sejak Selasa (2/6) hingga Kamis (4/5), korban terus mengeluhkan rasa sakit pada vaginanya sehingga neneknya bersama keluarga memutuskan korban dibawa ke Puskesmas Dompu Barat pada malam hari sekira pukul 20.00 Wita untuk diperiksa.

"Hasil pemeriksaan medis membenarkan adanya luka lecet pada bagian vagina korban kemudian sekira pukul 21.00 Wita keluarga korban melaporkan kejadian ini ke Polres Dompu," terang Hujaifah.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Hujaifah menambahkan, penyidik reserse kriminal Polres Dompu melakukan pemeriksaan beberapa saksi yang menguatkan hal tersebut.

Selanjutnya, pada Jumat (5/6) Kasat Reskrim Polres Dompu IPTU Ivan Roland Cristofel S.T.K memerintahkan tim gabungan (Jatanras Polres Dompu dan dibek up anggota Intelmob Kompi 2 Batalyon C) yang dipimpin Bripka Zainul Subhan untuk melakukan penangkapan.

"Sekira pukul 21.10 Wita, tim gabungan berhasil membekuk MN di rumah orang tuanya bertempat di lingkungan Potu, Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, selanjutnya dibawa ke Mapolres Dompu untuk diproses lebih lanjut," pungkas Hujaifah.

Untuk diketahui, ibu korban yang merupakan istri dari terduga pelaku saat ini sedang berada di Luar Negeri menjadi Tenaga Kerja Wanita atau TKW. [B-10]