Pembunuhan Residivis Curanmor di KSB tak Hanya Dilakukan Z, ternyata Ada Pelaku Lain -->

Iklan Semua Halaman

.

Pembunuhan Residivis Curanmor di KSB tak Hanya Dilakukan Z, ternyata Ada Pelaku Lain

Wednesday, June 3, 2020
Kedua terduga pelaku pembunuhan yang menewaskan residivis Curanmor di KSB. Foto ist

KSB, Berita11.com - Kasus Pembunuhan terhadap residivis Curanmor inisial J (36) yang diduga dilakukan pria berinisial Z (32) warga Desa Tepas Sepakat, Kecamatan Brangrea, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berhasil diungkap Sat Reskrim Polres KSB, Rabu (3/6/2020) sore.

Setelah diperiksa di Mapolres KSB ternyata tak hanya dilakukan Z, tetapi ada satu pelaku lain inisial A (28) warga Dusun Bage Aji, Desa Tepas Sepakat.

Kedua terduga pelaku membunuh korban dengan cara ditebas berkali-kali menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka parah dan meninggal dunia setelah melakukan pengejaran di lokasi persawahan Lang di desa setempat dan usai melakukan aksinya, Z dan A menyerahkan diri ke Mapolres KSB.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Herman Suriyono SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Afrijal, S.IK saat dikonfirmasi mengatakan, pembunuhan itu terjadi karena terduga pelaku Z tidak terima atas kata-kata kasar dan menantang yang diucapkan korban karena pelaku menolak penggadaian motor oleh korban.

“Tak tahan emosinya, pelaku mengambil senjata tajam dan sempat terjadi cek-cok sebelum pelaku mengejar korban,” kata Kasat Reskrim, Rabu (3/6/20).

Keributan akhirnya tak terbendung, korban melarikan diri dan dikejar oleh kedua pelaku dan seorang saksi. Namun, sampai di sungai, saksi tidak melanjutkan pengejaran, namun dua pelaku mengejarnya hingga di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menghabisi korban.

Setelah beberapa saat usai saling kejar itu, korban lalu ditemukan sudah tidak bernyawa oleh anggota Reskrim bersama anggota jaga Polsek Brangrea yang tiba di lokasi.

“di TKP tim bersama pemerintah desa menemukan korban sudah tidak bernyawa. Kemudian, mayat korban langsung dievakuasi,” jelasnya.

Selain dua pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti sebilah Samurai dan sebilah Parang yang digunakan untuk menebas korban, serta satu topi, satu buah baju dan celana.

"Jika terbukti pembunuhan berencana maka keduanya dikenai pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan diancam hukuman mati atau penjara seumur hidup," terang Kasat Reskrim.

"Atau pasal 338 KUHP menjelaskan tindak pidana pembunuhan diancam 15 tahun penjara," sambung Kasat Reskrim. [B-14]