Pendiri FITUA Berharap Punya Ponpes dan Panti Asuhan untuk Anak-anak Yatim Piatu

Iklan Semua Halaman

.

Pendiri FITUA Berharap Punya Ponpes dan Panti Asuhan untuk Anak-anak Yatim Piatu

Rabu, 17 Juni 2020
Anak-anak Yatim Piatu saat menghadiri acara syukuran kenaikan pangkat Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani S. Sos. SH. M.Han di Makodim 1614/Dompu. Foto Poris Berita11.com.

Dompu, Berita11.com - Ketua, yang juga pendiri Lembaga Forum Peduli Yatim Piatu Dhuafa (FITUA) Kabupaten Dompu, Anshari Nawawi berharap kedepannya punya tempat fasilitas serta sarana dan prasarana seperti pondok pesantren (Ponpes) dan panti asuhan untuk anak-anak yatim piatu yang dia bina.

"Mudah-mudahan kedepannya, kami memiliki Ponpes dan panti asuhan untuk membina dan mengajar anak-anak yatim ini," harap Anshari Nawawi saat menghadiri do'a syukuran kenaikan pangkat Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani S. Sos. SH. M.Han di Makodim 1614/Dompu, Rabu (17/6/2020) siang.

Dikatakannya, forum yang didirikan pada tanggal 7 Desember 2017 lalu, dan memiliki slogan "Membantu Sepenuh Hati-Mengharap Ridho Illahi ini, mempunyai biaya bersumber dari swadaya atau angsuran dari anggota, para relawan maupun dari para donatur yang tidak terikat.

Untuk itu, pihaknya sangat berharap terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Dompu agar bisa memberikan perhatian khusus terhadap Anak-anak yang dia asuh. 

"Kami berharap kepada pemerintah agar lebih memperhatikan anak-anak yatim, dan juga memberikan wadah dan perhatian yang khusus kepada mereka," ujarnya.  
Anak-anak Yatim Piatu sebelum memberikan ucapan selamat baut Danrem 162/WB atas kenaikan pangkatnya. Foto Poris Berita11.com.

Pria yang disapa akrab Anshor Zen ini menjelaskan, anak-anak yang berjumlah lebih kurang 100 orang ini dibina di tiap-tiap kelurahan dan desa masing-masing yang ada di tiga Kecamatan yakni Dompu, Woja dan Manggelewa.

"Biasanya kita melakukan pendidikan seperti Taman Pendidikan Qur'an (TPQ) gratis, kemudian pembinaan komputer, bahasa Inggris kadang-kadang kita ajak refresing, layaknya panti asuhan, sekretariat kami ada di tiga kecamatan," jelasnya.

"Kita masih bersifat lembaga, ada rencana untuk jadi panti asuhan kedepannya, mudah-mudahan tercapai," sambungnya.

Sementara, anggotanya terdiri dari pemuda dan pemudi tanpa terlibat pihak manapun, termasuk tokoh agama maupun tokoh ulama dan kegiatan belajar mengajar dimulai dari hari Senin hingga Jumat.

"Anggota kami rata-rata pemuda yang tidak terikat pihak mana pun atau independent, anak-anak ini untuk sementara masih tidur dan tinggal di rumahnya, ketika mau diadakan kegiatan seperti belajar atau mengaji baru mereka berkumpul di sekretariat," pungkasnya. [B-10]