Pengusaha WO Minta HBY Aktifkan Kembali Kegiatan Kemasyarakatan

Iklan Semua Halaman

.

Pengusaha WO Minta HBY Aktifkan Kembali Kegiatan Kemasyarakatan

Jumat, 12 Juni 2020
Para pengusaha WO saat berkumpul di taman kota Dompu usai mendatangi kantor Pemda Kabupaten Dompu. Foto ist 

Dompu, Berita11.com - Para pengusaha Wedding Organizer (WO) di antaranya sound sistem (orgen tunggal), salon atau perias pengantin, penyedia terop atau kursi dan dekorasi hingga Master of Ceremony (MC) atau pembawa acara mendatangi kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Dompu, Jumat (13/6/2020) pagi. 

Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasinya sekaligus meminta terhadap Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin (HBY) agar mengaktifkan kembali kegiatan kemasyarakatan seperti acara pernikahan, penyunatan dan lain-lain yang merupakan mata pencaharian mereka.

Menurut salah satu perwakilan dari mereka yakni paca Kejora Paramita atau yang biasa dikenal Bije, bahwa profesi mereka sepertinya dimarzinalkan oleh Pemda setempat, karena, beberapa bulan terakhir ini, mata pencaharian mereka lumpuh total.

"Selama empat bulan ini, kami tidak berpenghasilan sama sekali, bahkan untuk menghidupi keluarga terpaksa harus berhutang, untuk itu, kami meminta kepada Bupati selaku pemangku kebijakan untuk memulihkan kembali kegiatan kemasyarakatan ini," ujar Bije.

Ia membandingkan dengan kegiatan-kegiatan lain yang melibatkan banyak orang, seperti aksi unjuk rasa dan lain-lain, hal itu yang membuat mereka merasa tidak adil terhadap profesi mereka.

“Kenapa profesi kami dimarzinalkan, padahal kegiatan lain yang melibatkan banyak orang juga tetap dilaksanakan, seperti demonstrasi, maupun acara pernikahan kecil-kecilan," kesalnya.

Orang yang biasa tampil dengan gaya host yang begitu memukau para undangan ini sangat berharap kepada pucuk pimpinan di Bumi Nggahi Rawi Pahu ini, agar segera mengeluarkan surat keputusan supaya mereka bisa beraktifitas seperti biasanya dan bisa mendapat penghasilan lagi meski dalam protokoler Covid-19.

"Kami sangat berharap agar Bupati mengindahkan atas keluhan kami, dan masyarakat juga bisa melaksanakan acara pernikahan, sunatan, dengan tetap mematuhi pada standar protokol kesehatan Covid-19," harapnya.

Sementara, pihak Pemda setempat saat mereka mendatangi, berjanji bakal menemui mereka pada Senin (16/6) pekan depan. [B-10]