Prihatin Masa Depan Pemuda, Gubernur NTB Soroti Banyaknya Tahanan Narkoba di Lapas

Iklan Semua Halaman

.

Prihatin Masa Depan Pemuda, Gubernur NTB Soroti Banyaknya Tahanan Narkoba di Lapas

Sabtu, 20 Juni 2020
Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah.
Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah.


Mataram, Berita11.com— Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah M. Sc menyatakan keprihatinannya atas banyaknya generasi muda yang terlibat kasus penyalagunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya. Bukan hanya generasi muda, tetapi juga warga binaan di lembaga pemasyarakatan (Lapas) tidak luput dari penggunaan dan peredaran gelap perdagangan Narkoba.

“Banyaknya generasi muda yang menjadi korban Narkoba harus menjadi atensi kita bersama. Sangat memprihatinkan sekali jika yang masih muda-muda ini terlibat Narkoba," kata Gubernur NTB yang lebih akrab disapa Dr Zul saat menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Wilayah NTB Kemenkumham, Andi Dahrif Rafied, di Ruang Kerja Gubernur NTB Jumat (19/6/2020).

Gubernur berharap agar persoalan penggunaan Narkoba di dalam Lapas harus menjadi perhatian serius untuk mendapat pembinaan. Selain itu, perlu dipikirkan tempat rehabilitasi pengguna Narkoba di NTB.

Berdasarkan Laporan dan data dari BNN, tidak sedikit dari tahanan Narkoba, bukanya berhenti saat keluar dari lapas, tapi justru mengulangi perbuatannnya. Bahkan tetap menjadi pemakai dan pecandu Narkoba.

“Apalagi hampir 60 persen di NTB Lapas dipenuhi pengguna Narkoba. Dari 2.700 penghuni lapas, sebanyak 1.250 adalah pengguna Narkoba,” ungkap Gubernur NTB.

Menurutnya, hal ini harus dicegah dan menjadi tugas berasama menyelamatkan generasi muda sebagai penerus bangsa. Dirinya juga mengajak semua pihak untuk terus membangun komunikasi dan sinergi membangun daerah.

Menurut Gubernur, Forkompimda NTB terus membangun komunikasi dan kebersamaan disetiap kegiatan. “Kebersamaan itu meruntuhkan sekat, sehingga setiap program pembangunan dan permasalahan dapat diselesaikan dengan kekompakan dan kebersaman,” ungkapnya .

Doktor Zul juga mengingatkan agar warga binaan di lapas dan pegawai lapas tetap memerhatikan dan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19. [B-24/*]