Ricuh, Unjuk Rasa Aliansi Mahasiswa Bima Makassar di Depan Kantor Bupati Bima

Iklan Semua Halaman

.

Ricuh, Unjuk Rasa Aliansi Mahasiswa Bima Makassar di Depan Kantor Bupati Bima

Rabu, 24 Juni 2020
Ketegangan Massa Aksi di Depan Kantor Bupati Bima, Rabu (24/6/2020) Siang.


Bima, Berita11.com— Aliansi Mahasiswa Bima Makasar yang dipimpin M Noer Andiransyah kembali menggelar unjuk rasa di depan kantor Bupati Bima di Jalan Lintas Bima-Sumbawa, Rabu (24/6/2020) siang. Aksi massa berlangsung ricuh.

Sama dengan aksi sebelumnya, massa Aliansi Mahasiswa Bima Makassar menyampaikan enam poin tuntutan. Yaitu mendesak pemerintah daerah segera mencabut biaya rapid test pada mahasiswa dari luar daerah.

Selain itu, mendesak Pemda Bima agar transparan berkaitan anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp50 miliar yang bersumber dari APBN Kabupaten Bima.

Massa juga meminda Pemda agar memerhatikan mahasiswa yang kuliah di luar daerah. Selain itu, memerhatikan harga pepstisida untuk petani yang meningkat harga. Massa juga meminta Pemda Bima agar membuat regulasi berkaitan APBD untuk kesehatan dan pendidikan mahasiswa. Mengadakan mobil Damkar setiap kecamatan di Kabupaten Bima.

“Kesejahteraan mahasiswa Bima di luar daerah, jauh dari harapan, di mana anak bangsa mencari ilmu demi kemajuan daerah tidak ada kepedulian dari pemerintah mengingat saat ini APBD Kabupaten Bima fantasis,” kata Korlap massa.

Pantauan langsung Berita11. com, sekira pukul 11.30 Wita, massa aksi sempat membakar ban dan membuat arus lalulintas macet, namun dapat dihalau aparat kepolisian. Saat aksi massa berlangsung, massa Aliansi Mahasiswa Bima Makassar terlibat aksi saling dorong dengan warga yang berasal dari Kecamatan Woha. Beruntung ketegangan massa cepat dihalau aparat keamanan.

Setelah itu, massa aksi melanjutkan aksi membakar ban bekas di depan gerbang kantor Bupati Bima. massa kemudian berupaya menghadang tronton di ruas jalan raya negara di depan kantor Bupati Bima, namun dihalau petugas kepolisian. Terjadi ketegangan antara massa dengan aparat kepolisian yang terlibat aksi saling dorong. Tak lama, pihak Polsek Woha berupaya menegosiasi massa, namun tidak diterima massa.

Sekira pukul 13.40 Wita, massa aksi membubarkan diri. Sebagaimana penyampaian pihak Pemkab Bima melalui Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Bima, M Chandra, Pemkab Bima membebaskan biaya rapid test untuk mahasiswa dan pelajar. [B-22]