Terkait SKBS Rp5 Juta bagi Warga yang Keluar Daerah, Ini Penjelasan Bupati Dompu -->

Iklan Semua Halaman

.

Terkait SKBS Rp5 Juta bagi Warga yang Keluar Daerah, Ini Penjelasan Bupati Dompu

Monday, June 1, 2020
Bupati Dompu HBY diapit oleh wartawan. Foto Poris Berita11.com

Dompu, Berita11.com - Ada hal yang perlu untuk diberikan penjelasan secara detail berkaitan dengan Surat Keterangan Berbadan Sehat (SKBS) yang akan diterapkan Pemerintah Daerah (Pemda) bagi warga Daerah Kabupaten Dompu yang akan melakukan perjalanan keluar daerah.

Menurut Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin (HBY) bahwa SKBS yang dikeluarkan Pemda bukan untuk memfasilitasi warga supaya bisa keluar daerah, tetapi malah sebaliknya, selain itu, warga yang keluar daerah, mudah diketahui terkontaminasi virus Corona atau tidak.

"SKBS justru untuk mempersulit bahkan melarang masyarakat dompu untuk keluar daerah dan ketika balik lagi ke dompu dengan potensi telah terpapar Covid-19," jelas Bupati Dompu via pesan WhatsApp group SKPD, Minggu (31/05/2020).

Dikatakannya, biaya sebesar Rp5 juta yang diberlakukan bagi warga dompu yang mau keluar daerah sebagaimana yang beredar di tengah-tengah masyarakat itu akan dikembalikan kalau sudah kembali lagi ke dompu.

"Biaya dikenakan Rp5 juta itu untuk mendapatkan SKBS sebagai jaminan bagi warga dompu yang keluar daerah beberapa hari dan uangnya dideposito dan ketika balik lagi ke dompu yang bersangkutan bisa langsung ke RSUD Dompu untuk dilakukan swab test guna memastikan dirinya terinfeksi Covid-19 atau tidak," ungkap HBY. 

HBY menjelaskan, SKBS tersebut tidak berlaku bagi mereka yang akan keluar daerah dalam waktu yang lama, seperti mahasiswa atau pelajar yang melanjutkan pendidikan, mereka digratiskan.

"Khusus kelompok ini, SKBS tanpa dipungut biaya atau gratis," tandas HBY. [B-10]