Terkesan tak Berikan Hak Pekerjaan Warga Tongo, APT Gelar Aksi Unras PT AMNT

Iklan Semua Halaman

.

Terkesan tak Berikan Hak Pekerjaan Warga Tongo, APT Gelar Aksi Unras PT AMNT

Kamis, 18 Juni 2020
Massa aksi saat diredakan pihak kepolisian. Foto Wawan Berita11.com.

KSB, Berita11.com - Puluhan Warga Desa Tongo Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Tongo (APT) menggelar aksi unjuk rasa (Unras) di Jalan Simpang 5, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Rabu (17/06).

Unras dilakukan sebagai bentuk protes terhadap PT AMNT yang terkesan tidak memperhatikan dan memberikan pekerjaan masyarakat tongo sebagai desa yang berada di wilayah lingkar tambang tersebut.

"Kami turun ke jalan sudah kesekian kalinya, tapi kami selalu di bohongi oleh Management PT AMNT akan di pekerjakan," Koordinator lapangan (Korlap) Yati Arsyad.

Menurut Yati, PT AMNT tidak boleh menutup mata bahwa masyarakat Desa Tongo memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pekrjaan. "Kami meminta terhadap Management PT AMNT agar kami guna membahas tuntutan kami," desaknya.

Pantauan Berita11.com, massa aksi melakukan Unras dijaga ketat puluhan aparat kepolisian dari Mapolres KSB yang dilengkapi dengan kelengkapan Savety dan senjata gas air mata serta puluhan securty perusahaan.

Sebelumnya, titik kumpul massa aksi di Desa Tongo kemudian long match dengan melewati jalan hutan menuju simpang 5 PT AMNT dengan berjalan kaki, start dari desa tersebut dimulai sekira pukul 00.00 hingga 07.00 Wita. Namun syang, upaya dilakukan massa aksi tidak membuahkan hasil, lantara pihak Management PT AMNT tidak mau menemui massa aksi.

Unras dari massa APT ini, sempat memanas, namun bisa diredah setelah komandan kompi (Danki) Brimobda Sub Den IV Detasemen A KSB dan Kapolsek Sekongkang menemui dan berkoordinasi dengan massa aksi.

Dalam pertemuan itu, Danki Brimobda dan Kapolsek Sekongkang mefasilitasi massa aksi dengan Pihak Management PT AMNT di kantor Desa Tongo, guna melakukan dialog.

Dalam dialognya, perwakilan Management PT AMNT yakni Ahmad Salim menjelaskan bahwa pihaknya akan menerima semua dan menampung tuntutan massa aksi yang nantinya bakal memberikan kepada pimpinannya.

"Kami akan mencatat atas permintaan massa aksi dan tuntutan ini, kami akan berikan kepada pimpinan, sebelumnya, sudah koordinasi denga Kepala Desa Tongo dan memberikan 10 jatah lowongan kerja untuk masyarakat Tongo," beber Ahmad Salim.

Sementara, Kepala Desa Tongo dan Management serta massa aksi lakukan hearing yang memakan waktu lebih kurang 3 jam itu, tidak ada penyelesaian, akhirnya, massa aksi melakukan walk out (keluar ruangan) karena tidak puas dengan tuntutan utama mereka. [B-14]