Tuntut Pembangunan BTS, Satu Anggota Massa Diamankan karena Bawa Sajam -->

Iklan Semua Halaman

.

Tuntut Pembangunan BTS, Satu Anggota Massa Diamankan karena Bawa Sajam

Wednesday, June 24, 2020
Aksi Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Desa Kawuwu Langgudu di Depan Kantor Bupati Bima, Rabu (24/6/2020). Massa Mendesak Realisasi Janji Pembangunan Tower BTS di Desa Kawuwu.


Bima, Berita11.com— Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Desa Kawuwu, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima-NTB yang dipimpin July dan Ardi, menggelar unjuk rasa di depan kantor Bupati Bima, Jalan Lintas Bima-Sumbawa, Rabu (24/6/2020) pagi. Saat aksi berlangsung, salah satu anggota massa diamankan polisi karena kedapatan membawa senjata tajam (Sajam).

Dalam aksinya, Korlap massa July mendesak Bupati Bima, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfostik) Kabupaten Bima dan serta DRPD Kabupaten Bima merealisasikan janji politik berkaitan pembangunan tower Base Transceiver Station (BTS), sehingga mendukung kebutuhan telekomunikasi dan layanan internet untuk masyarakat di desa Kawuwu.

“Tidak ada pembangunan yang merata bagi Desa Kawuwu mengingat saat ini kami desa terpencil. Semua terasa isolasi perkembangan dunia. Mestinya Pemda harus bertanggung jawab atas keluhan rakyatnya saat ini,kami datang dengan tuntutan yang ril di desa kami,” kata July.

Ia mendesak Bupati Bima agar bisa menghadirkan layanan telekomuniasi dan internet di Desa Kawuwu. Hal itu mengingat era digital. “Kami di pelosok sana tidak pernah mendapat kan jaringan internet, baik telepon dan lainnya. Ini menjadi masalah berat kami, tolong perhatikan nasib anak bangsa di sana,” desaknya.

Menurut dia, pembangunan harus merata. “Jangan menilai keadaan kami sebagai desa pelosok. Kami meminta segera realsisi janji, anak bangsa di sana sungguh ironis nasib rakyat di sana,” tandasnya.

Setelah salah satu anggota massa yang kendapatan membawa Sajam diamankan. Kapolsek Woha IPTU Edy Prayitno mengimbau demonstran taat peaturan. “Jangan anarkis, tidak boleh membawa senjata. Sampaikan aksi yang tertib dan benar di muka umum. Kami siap kawal,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) Diskominfo Kabupaten Bima, Drs Muhammad menyatakan,berkaitan tuntutan massa akan dikonsultasi dengan Bupati Bima.

Kabid PTIK Diskominfo Kabupaten Bima, Drs Muhammad Merespon Tuntutan Massa.


“Terkait tuntutan adik-adik sebelumnya kami telah melakukan rapat bersama dengan Kominfo, dinas teknisnya. karnea saat ini tengah dilakukan lobi,” katanya.

Muhammad menjelaskan, saat ini persyaratan yang diajukan Pemkab Bima kepada Telkomsel sudah dibahas. Namun menunggu regulasi sehingga bisa sesuai mekanisme. “Saya harap adik-adik bersabar,” imbaunya.

Jawaban perwakilan Pemda Bima tidak memuaskan massa. Karena menurut massa, sesuai janji Pemda terhadap masyarakat Desa Kawuwu di atas materai, pembangunan tower BTS akan dituntaskan tahun 2019, namun hingga kini belum ada tanda-tandanya.

“Tidak ada tawar menawar soal pembagunan tower. Kominfo sudah jelas menjanjikan pembangunan tower untuk masyarakat Desa Kawuwu, namun tidak dapat menepati janji dan tidak mentaati perjanjian di atas materei. Janji Pemda Bima jangan dipelintir ke sana kemari. Katanya akhir tahun 2019 akan dibangun tower Telkomsel, namun tidak ditepati,” kata July.

Setelah menyampaikan rasa tidak puas atas jawaban pihak Pemda, massa membubarkan diri dengan tertib. [B-22]