Update Covid-19 di NTB Hari ini, Dua Kasus Kematian Baru dan 214 Sampel Negatif

Iklan Semua Halaman

.

Update Covid-19 di NTB Hari ini, Dua Kasus Kematian Baru dan 214 Sampel Negatif

Selasa, 23 Juni 2020
Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, HL Gita Ariadi M.Si. Foto Ist.


Mataram, Berita11.com— Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengumumkan penambahan 21 kasus positif Covid-19 pada Selasa (23/6/2020). Gugus Tugas NTB juga menyampaikan, dari 270 sampel yang diperikra, 214 sampel di antaranya negatif.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB, H Lalu Gita Ariadi M.Si menyebutkan, update kasus Covid-19 tersebut sesuai hasil pemeriksaan di laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratroium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD Provinisi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD H L Manambai Abdulkadir sebanyak 270 sampel dengan hasil 214 sampel negatif, 35 sampel positif ulangan dan 21 sampel kasus baru positif Covid-19.

Disebutkannya, adapun rincian kasus baru positif Covid-19 di Provinsi NTB,yaitu Pasien nomor 1082, an. Tn. NKP, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Sukamaju, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik.

Pasien nomor 1083, an. Ny. SH, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Duman, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;

Pasien nomor 1084, an. Tn. FZ, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram dengan kondisi baik;

Pasien nomor 1085, an. Tn. IWW, laki-laki, usia 74 tahun, penduduk Kelurahan Mayura,
Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien memiliki penyakit komorbid. Pasien meninggal dan dilakukan
tatalaksana Covid-19;

Pasien nomor 1086, an. Ny. H, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSI Siti Hajar Mataram dengan kondisi baik;

Pasien nomor 1087, an. Tn. H, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSI Siti Hajar Mataram dengan kondisi baik;

Pasien nomor 1088, an. Tn. K, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke  daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;

Pasien nomor 1089, an. Tn. Z, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19
nomor 1052. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;

Pasien nomor 1090, an. Ny. NFM, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala
Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;

Pasien nomor 1091, an. Ny. FA, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Jakarta Timur, Jakarta. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid- 19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;

Pasien nomor 1092, an. Ny. H, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;

Pasien nomor 1093, an. Ny. GAL, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi stabil;

Pasien nomor 1094, an. Tn. IGP, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;

Pasien nomor 1095, an. Ny. M, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan
kondisi baik;

Pasien nomor 1096, an. Tn. PSSH, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Lembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan
kondisi baik;

Pasien nomor 1097, an. Ny. WH, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;

Pasien nomor 1098, an. Ny. M, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;

Pasien nomor 1099, an. Tn. IKR, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke
daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;

Pasien nomor 1100, an. Tn. B, laki-laki, usia 74 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi
baik;

Pasien nomor 1101, an. An. PI, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;

Pasien nomor 1102, an. Tn. J, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Peteluan Indah, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan
kondisi baik;

“Hari ini terdapat penambahan 19 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif,” ujarnya.

Dijelaskannya, 19 pasien yang dinyatakan sembut yaitu pasien nomor 775, an. Tn. M, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, pasien nomor 795, an. Ny. DMR, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan
Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, pasien nomor 804, an. Tn. SZ, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Pasien nomor 822, an. Ny. NNRM, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Pasien nomor 825, an. Ny. S, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Selain itu, pasien nomor 850, an. Tn. RS, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan  Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, pasien nomor 881, an. Ny. OBMV, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, pasien nomor 939, an. Tn. A, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram, pasien nomor 944, an. Tn. S, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Pasien nomor 946, an. Tn. IDPSS, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, pasien nomor 949, an. Tn. HK, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, pasien nomor 961, an. Tn. MA, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Banyuwangi, Jawa Timur yang saat ini berdomisili di Kabupaten Lombok Barat, pasien nomor 994, an. Ny NLSW, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, pasien nomor 996, an. Ny. N, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Pasien nomor 1002, an. Tn. S, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, pasien nomor 1003, an. An. SS, perempuan, usia 11 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, pasien nomor 1004, an. An. HR, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Kalianyar, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur, pasien nomor 1023, an. Tn. SAP, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, pasien nomor 1045, an. Ny. NPS, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

“Dengan adanya tambahan 14 kasus baru terkonfirmasi positif, 19 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (18/6/2020) sebanyak 1.022 orang, dengan perincian 695 orang sudah sembuh, 43 meninggal dunia, serta 284 orang masih positif dan dalam keadaan baik,” ujarnya.

Sekda NTB ini, juga menjelaskan, hari ini terdapat penambahan dua kasus kematian baru, yaitu, pasien nomor 1072, an. Tn. IWG, laki-laki, usia 73 tahun, penduduk Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid, dan pasien nomor 1085, an. Tn. IWW, laki-laki, usia 74 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

“Dengan adanya tambahan 21 kasus baru terkonfirmasi Positif, 19 tambahan sembuh baru, dan dua kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (23/6/2020) sebanyak 1.102 orang, dengan perincian 763 orang sudah sembuh, 47 meninggal dunia, serta 292 orang masih positif dan dalam keadaan baik,” jelasnya.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Diharapkan petugas kesehatan di Kabupaten/Kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19. Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.760 orang dengan perincian 441 orang (25%) PDP masih dalam pengawasan, 1.319 orang (75%) PDP selesai pengawasan/sembuh. Untuk Orang Dengan Pemantauan (ODP) jumlahnya 6.380 orang, terdiri dari 197 orang (3%) masih dalam pemantauan dan 6.183 orang (97%) selesai pemantauan.

Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 10.462 orang, terdiri dari 1.658 orang (16%) masih dalam pemantauan dan 8.804 orang (84%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 64.612 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.630 orang (3%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 62.982 orang (97%).

“Dengan adanya penambahan kasus positif baru dan terus bertambahnya pasien meninggal maka kami mengimbau masyarakat agar tidak menganggap remeh penyakit Covid-19. Mari kita terus meningkatkan disiplin dan patuh mengikuti imbauan pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan,” imbaunya.

Diingataknnya, apabila beraktivitas di luar rumah, masyarakat diharapkan agar selalu menggunakan masker, menjaga jarak dengan orang lain, terapkan etika batuk dan bersin serta hindari menyentuh area wajah. “Jika terpaksa akan menyentuh area wajah, pastikan tangan bersih dengan cuci tangan pakai sabun pada air mengalir atau menggunakan handsanitizer,” pesannya.

Kasus kematian karena Covid-19 sebagian besar disertai dengan penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskular (hipertensi, jantung), diabetes melitus, atau penyakit paru kronis. Oleh karena itu, diharapkan kepada masyarakat yang memiliki penyakit seperti yang telah disebutkan tersebut untuk lebih menjaga kesehatan, segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat, dan berupaya mencegah terinfeksi Covid-19 dengan cara tidak keluar rumah, memakai masker bila harus keluar rumah, melakukan social distancing, sering cuci tangan, dan tidak merokok.

Dalam rangka penanggulangan dan penanganan Covid-19 di NTB, khususnya pada sektor
transportasi, bagi pelaku perjalanan masuk maupun keluar NTB yang melalui bandar udara wajib memenuhi syarat kesehatan negatif Covid-19 berbasis PCR/swab test atau surat keterangan nonreaktif berbasis rapid test, sedangkan bagi yang melalui pelabuhan laut dan pelabuhan penyeberangan wajib memenuhi syarat kesehatan non reaktif berbasis rapid test;

Bagi pelaku perjalanan antar pulau di NTB yang melalui bandar udara dalam NTB wajib
memenuhi syarat kesehatan non reaktif berbasis rapid test, sedangkan jika melalui pelabuhan laut dan pelabuhan penyeberangan antar wilayah dalam Provinsi NTB wajib menunjukkan surat keterangan sehat dari Puskesmas/fasilitas kesehatan setempat yang menyatakan bebas gejala Influenza Like Illness (ILI) atau menunjukan hasil nonreaktif berbasis rapid test.

“Surat keterangan nonreaktif rapid test dan surat keterangan sehat dari Puskesmas/fasilitas kesehatan berlaku 3 (tiga) hari pada saat keberangkatan,” katanya.

Untuk informasi fasilitas kesehatan yang dapat melakukan pemeriksaan swab atau Rapid
Diagnostic Test, dapat menghubungi Layanan Provincial Call Centre (PCC).Gugus Tugas NTB menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19. Pemerintah juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada petugas kesehatan yang tanpa lelah memberikan pelayanan,  baik pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat maupun pelayanan pengobatan  kepada pasien positif Covid-19 di rumah sakit.

Untuk menghindari informasi yang tidak benar tentang Covid-19, masyarakat diharapkan
mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik
pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119. [B-24/*]