BKNI RI dan Kontraktor Tanda Tangan MoU Tahap II Pembangunan Fasilitas Medical Ecotourism Seniar Living

Iklan Semua Halaman

.

BKNI RI dan Kontraktor Tanda Tangan MoU Tahap II Pembangunan Fasilitas Medical Ecotourism Seniar Living

Jumat, 03 Juli 2020
Penandatanganan MoU Tahap II Pembangunan Fasilitas Medical Ecotourism Seniar Living oleh Presidium BKNI RI dan Kontraktor Pelaksana, di Taman Kalaki Kabupaten Bima, Kamis (3/7/2020). Foto B-12.


Bima, Berita11.com-- Badan Ketahanan Nasional dan Internasional (BKNI) Republik Indonesia kembali melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (Momerandum of Understanding/ MoU) tahap kedua kontrak fasilitas kesehatan dan perawatan lanjut usia berbasis wisata ekologi (Medical Ecotourism Seniar Living) antara pelaksana program BKNI RI melaui PT Surya Atap Logam dengan kontraktor pelaksana pembangunan di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan penandatanganan yang berlangsung di Taman Kalaki, Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima Provinsi NTB pada Kamis (2/7/2020) berlangsung sesuai SOP pencegahan Covid-19.

Kegiatan dihadiri Presidium BKNI Republik Indonesia, Raden Mas Tri Harsono, Korwil BKNI Provinsi NTB Aan Saputra, Kapolres Bima yang diwakili Kasat Lantas Polres Bima, Kepala Desa Kananta Soromandi, Kepala Desa Kalajena Wera, Kepala Desa Lambu Kabupatten Bima dan sejumlah pelaksana pembangunan medical ecotourism seniar living.

Dalam kegiatan ini dijelaskan lokasi pembangunan meliputi di Desa Lambu Kecamatan Lambu, Desa Kalajena Kecamatan Wera Dan Desa Kananta Kecamatan Soromadi, Kabupaten Bima. Sementara itu lokasi pembangunan di Kabupaten Dompu meliputi empat desa. Masing-masing Desa Hu'u Kecamatan Hu'u, Desa Riwo Kecamatan Woja, Desa Nanggamiro Kecamatan Pekat dan Desa Kwangko Kecamatan Manggelawa.

Luas lahan pembangun masing-masing di desa tersebut lima hektare dengan alokasi penggunaan laha 60 persen untuk bangunan dan 40 persen untuk taman hijau serta lahan tamanan apotik hidup. 



Dalam sambutannya Presedium BKNI RI Raden Mas Tri Harsono menekankan kontraktor mitra agar melaksanakan program dengan baik dan tidak menjadikan hanya ajang bisnis berlebihan. “Karena bkni adalah badan penyelenggara negara, bukan badan bisnis murni, salah satu tujuan pentingnya meringankan beban negara untuk kebutuhan tingkat pusat hingga daerah seperti meringankan hutang negara,” ujarnya.

Pada puncak kegiatan dilaksanakan penandatangan mou tahap kedua antara presidium bkni dengan lima kontraktor pelaksana pembangunan di wilayah NTB masing-masing Direktur PT Putra Lintas Raya, Direktur PT Ferdefi, Direktur PT Jumindo Indah Perkasa, Direktur PT Chantika Putri Mandiri dan Direktur PT Kurnia Alam Sentosa.

Proyek sosial pembangunan medical ecotourism seniar living ini disambut positif seluruh kepala desa lokasi pembangunan.

Kepala Desa Kananta Kecamatan Soromandi, Aidin mengatakan, pihaknya menyambut positif pembangunan fasilitas rumah sakit dan panti berbasis wisata ekologi oleh pihak BKNI RI. Pihaknya menjamin keamanan proses pembangunan, yang mana masyarakat mendukung rencana kegiatan pembangunan tersebut. “Kita mendukung dan menjamin keamanannya. Karena masyarakat juga mendukung kegiatan pembangunan ini,” ujarnya. [B-12]