Gubernur NTB Siapkan 100 Beasiswa untuk Jurusan Langka dan Unik -->

Iklan Semua Halaman

.

Gubernur NTB Siapkan 100 Beasiswa untuk Jurusan Langka dan Unik

Sabtu, 11 Juli 2020
Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah M.Sc. 

Mataram, Berita11.com— Pemerintah Provinsi (Pemrov) Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menyiapkan beasiswa untuk 100 mahasiswa yang kuliah di berbagai perguruan tinggi swasta, yang mana prioritasnya bagi kampus yang memiliki jurusan langka atau unik dan dibutuhkan daerah.

“Beasiswa itu akan diprioritaskan bagi kampus yang memiliki jurusan langka/unik dan sangat dibutuhkan oleh daerah untuk percepatan potensi spesifik yang dimilikinya,” kata Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah didampingi Sekda NTB, H Lalu Gita Ariadi M.Si saat menerima silaturahmi sejumlah rektor perguruan tinggi swasta, di ruang kerjanya, Jumat (10/7/2020). 

Menurut Gubernur Dr Zul, beasiswa yang ditawarkan tersebut adalah untuk kampus yang memiliki jurusan-jurusan yang memang unik dan diharapkan mampu mendorong dan memberikan kontribusi besar bagi daerah sesuai dengan potensi objektif yang ada di NTB.

Doktor Zul mencontohkan, di Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) ditawarkan untuk jurusan Pertambangan khusus bagi mahasiswa asal Dompu. Asumsinya, kata putra terbaik bangsa kelahiran Sumbawa itu, bahwa lima hingga enam tahun ke depan ketika Sumbawa Timur Mining (STM) beroperasi di Dompu, tidak ada lagi keributan karena tidak dilibatkannya masyarakat lokal untuk mencicipi manfaat ekonomi dari aktivitas tambang tersebut.

“Bersahabat dengan investasi adalah kejernihan pemerintah daerah untuk menyiapkan SDM sejak dini, agar tidak menjadi penonton di daerahnya,” tegasnya.

Begitupun dengan kampus-kampus yang lain, persyaratannya adalah harus memiliki jurusan yang spesifik yang diandalkan dan memiliki potensi pengembangan di wilayah tersebut.

“Universitas Sumbawa misalnya mempunyai keunggulan, satu-satunya pergurung tinggi swasta yang memiliki jurusan peternakan, maka butuh beasiswa untuk mahasiwanya sehingga melahirkan SDM andal di bidang peternakan, karena pengembangan wilayah peternakan cukup memadai di sana,” ujar Gubernur NTB.

Menurut Gubernur, dibutuhkan kepiawaian dalam mengelola kampus sehingga mampu memenuhi kebutuhan kekinian dan ke depan. “Kalau hanya diberikan bantuan, kampus hanya biasa-biasa saja, tidak ada tantangannya,” ujar Gubernur Zul.

Ia mengakui bahwa mengelola kampus swasta tidaklah mudah. Tapi dibutuhkan manajemen andal.

Gubernur sempat menceritakan pengalaman panjangnya mengelola kampus swasta, sehingga sangat memaklumi kesulitan-kesulitan yang dialami oleh para pengelola kampus swasta, yang jauh beda dengan kampus negeri.

Oleh karena itu, Gubernur Zul berharap kepada Pemda Kabupaten dan Pemerintah Kota juga ikut mencari cara supaya dapat berkontribusi juga pada perguruang tinggi swasta di daerah masing-masing.

Sementara itu, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB Dr H. Aidy Furqan menjelaskan, bantuan yang akan diberikan kepada perguruan tinggi ada dua, yaitu bantuan sosial dan beasiswa.

Sesuai Pergub No. 2 tahun 2020 tentang bantuan beasiswa, Aidy Furqon menyebut dua jenis beasiswa yaitu beasiswa umum untuk mahasiswa luar negeri dan beasiswa tak mampu tapi berprestasi bagi seluruh perguruan tinggi di NTB.

“Beasiswa ini diberikan maksimal kepada 100 mahasiswa di perguruan tinggi yang memiliki jurusan tertentu dengan tetap memerhatikan persyaratan dan mekanismenya,” ujar H Aidy.

“Apabila jumlah beasiswa untuk 100 orang mahasiswa itu belum tercapai , maka pemenuhan kapasitas selanjutnya akan dilanjutkan pada tahun berikutnya hingga mencapai 100 mahasiwa,” katanya.

Adapun kriteria kampus yang menerima beasiswa miskin dan berprestasi adalah kampus yang membuka Prodi atau jurusan yang mendukung pembangunan daerah dan jurusan (Prodi) harus berakreditasi. “Di samping kebijakan dan otonomi kampus yang akan menetukan syarat mahasiswa yang akan memperoleh beasiswa tersebut,” ujarnya.

Beasiswa miskin ini dibagi lagi menjadi tiga jenis, beasiswa tak mampu berprestasi, beasiswa stimulan, dan beasiswa afirmasi. “Semua kampus di NTB dapat mengusulkan mahasiswanya sesuai aturan yang ada,” kata Aidy Furqan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor dan perwakilan dari Universitas Muhammadiyah Mataram, Universitas NU, Universitas Hamzanwadi, Universitas NW, Universitas Sumbawa, Universitas Cordova KSB dan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). [B-11]