Hendak Kumpulin Pasir di Sungai, Dua Bocah Malah Temukan Sesosok Mayat

Iklan Semua Halaman

.

Hendak Kumpulin Pasir di Sungai, Dua Bocah Malah Temukan Sesosok Mayat

Sabtu, 04 Juli 2020
Saat dilakukan olah TKP. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Dua bocah yakni Rizki (13) dan Ferdiansyah (7) warga Dusun Natakehe Desa Temba Lae Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu yang hendak mengumpulkan pasir di sungai (Sori) Depa malah temukan sesosok mayat, Sabtu (4/7/2020) pagi, sekitar pukul 09.00 Wita.

Saat ditemukan mayat, posisinya dalam keadaan tengadah dengan kedua tangan mengarah keatas, kepala menghadap ke barat dan kaki di arah timur. Mayat tersebut diketahui adalah jasad Tamrin Abdulah pria (37) warga setempat.

Kapolsek Pajo IPTU Rusdi SH, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut dan pertama kali ditemukan oleh Rizki Ferdiansyah dan Jarak mereka tempat pengumpulan pasir dengan lokasi penemuan mayat sekitar 5 meter.

"Posisi korban (mayat) tergenang di air kali musiman dengan kedalaman 5 centi meter, dan saat ditemukan mayat sudah mengapung," ungkap Kapolsek.

Tidak hanya itu, Kapolsek menambahkan, di sekitar mayat, juga ditemukan adanya satu buah senter di tangan kiri korban dan satu buah parang. 
Jasad Tamrin Abdullah saat ditemukan di sungai (sori) depa. Foto ist

"Atas penemuan mayat ini, Rizki dan Ferdiansyah melaporkan kepada warga sekitar, sehingga Kepala Dusun Andul Halik M. Amin melaporkan penemuan mayat tersebut kepada Polsek Pajo," terang Rusdi.

Sekira pukul 10.15 Wita, Kapolsek beserta anggota bersama tim medis Puskesmas Ranggo yang dipimpin Imammudin bergegas menuju di Tempat Kejadian Perkara (TKP) lokasi penemuan mayat. 

Tiba di TKP, anggota Polsek Pajo melakukan olah TKP dan tim medis melakukan pemeriksaan keadaan fisik korban. 

"Anggota melakukan Pulbaket terhadap saksi saksi termasuk istri korban serta meminta tanggapan keluarga," Jelas Rusdi.

Sementara, hasil medis yang memeriksa fisik korban hasilnya tidak ditemukan adanya bekas luka atau kekerasan fisik dan dilihat dari keadaan fisik yang sudah kaku, korban meninggal diperkirakan 6 sampai 9 jam yaitu sekitar pukul 03.00 Wita. 

"Atas meninggalnya korban, pihak keluarga yang merupakan saudara kandung korban yakni Jubaidin telah menerima kematiannya sehingga tidak keberatan dan menolak untuk dilakukan otopsi," tandasnya. [B-10]