Jadi Doktor Olahraga Termuda, Riwayat Prestasi Dosen STKIP TSB ini Luar Biasa -->

Iklan Semua Halaman

.

Jadi Doktor Olahraga Termuda, Riwayat Prestasi Dosen STKIP TSB ini Luar Biasa

Wednesday, July 29, 2020
Doktor Olahraga Termuda yang Juga Dosen STKIP Taman Siswa Bima, Rabwan. Foto Ist.

Bima, Berita11.com— Rabwan Satriwan merupakan sosok sederhana yang lahir dari pasangan Muhamad, S.Pd., M.M., dan Rusmini, S.Pd. Siapa sangka, di balik kesederhanaannya tersebut, pria kelahiran 1991 ternyata “haus” studi.

Tidak butuh waktu lama, ia kini telah merampungkan studi S3-nya di bawah empat tahun. Disertasinya, tentang pengembangan sport tourism di Kabupaten Bima. Usai menjalani ujian disertasi pada pertengahan Juli 2020 lalu, dia menjadi doktor olahraga termuda di Indonesia Timur dan siapa sangka, kegemarannya pada bidang olahraga sudah ditekuni sejak di bangku sekolah dasar.

Tenaga pengajar yang dimiliki STKIP Taman Siswa Bima itu, kini resmi bergelar Dr Rabwan Satriawan, M.Pd., AIFO. Saat dikonfirmasi tentang scope disertasinya, ia menjelaskan tentang keadaan fisik alam, kelebihan alam, dan keunikan alam Kabupaten Bima untuk pengembangan pariwisata olahraga.

Menurutnya, sudah saatnya pengembangan arah pariwisata tersebut belum tersentuh.

“Saya menyelesaikan doktor dengan penelitian disertasi yang berjudul, Potensi Sumber Daya Alam Kabupaten Bima untuk Pengembangan Pariwisata Olahraga. Disertasi ini meneliti terkait keadaan fisik alam, kelebihan alam, dan keunikan alam Kabupaten Bima untuk pengembangan pariwisata olahraga,” ungkapnya pada media ini melalui aplikasi Whatsapp, Selasa (28/7/2020).

Hasil disertasi itu, lanjut Rabwan— sapaan akrabnya, menunjukkan sumber daya alam Kabupaten Bima sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai pariwisata olahraga. Karenanya, melalui penelitian tersebut, dirinya merekomendasikan untuk kawasan wisata Kabupaten Bima yang berpotensi dikembangkan sebagai pariwisata olahraga dilihat dari kajian pariwisata dan olahraga.

“Di sisi lain, kelebihan Kabupaten Bima adalah memiliki daerah yang sangat strategis, karena Kabupaten Bima berada di tengah-tengah kawasan wisata Internasional. Yaitu, di antara Pulau Lombok dan Pulau Komodo sehingga Kabupaten Bima dijadikan sebagai transit point para wisatawan asing maupun wisatawan nasional yang berkunjung di Pulau Lombok maupun Pulau Komodo,” katanya.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Bima akan memprioritaskan pengembangan pariwisata olahraga dengan memanfaatkan potensi alam yang alami sehingga nanti akan memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan menjadikan masyarakat yang kreatif dan produktif.

Rabwan mengaku, telah menerbitkan hasil penelitiannya di sejumlah jurnal nasional dan internasional yang memiliki reputasi.

“Hasil penelitiannya selama menemput studi S3 juga telah diterbitkan di sejumlah jurnal internasional bereputasi. Salah satunya pada Jurnal Internasional Terindeks Scopus Q3,” imbuh sosok yang juga merupakan Wakil Direktur Lembaga Kajian Olahraga Indonesia itu.

Jawara Kelas dan Olahraga Sejak SD

Jika melihat capaian demi capaiannya sedari sekolah dasar, prestasi akademik Rabwan bukan lagi hal yang mengejutkan. Siapa sangka, pria yang dikenal rekan-rekannya sebagai pribadi yang susah serius itu merupakan jawara kelas dan olahraga sejak kecil. Juara 1 dari kelas 1-6 SD. Bahkan, dua perkuliahan waktu S1 ditembus melalui jalur pemilihan bibit unggul via prestasi jalur cabang olahraga (Cabor) taekwondo. Tradisi kuliah cepat juga sudah dia mulai sejak berada di kampus pertamanya, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Rampung di tahun 2013 dengan masa studi, 3, 8 tahun.

Prestasi olahraga dimulainya pada bidang olahraga saat masih di bangku SD, Cabor bulutangkis. Setelah di bangku SMP, Rabwan menjadi atlet bolavoli di tingkat nasional mewakili Provinsi NTB pada event Pekan Olahraga Seni Nasional di Surabaya. Naik bangku SMA pindah Cabor menjadi atlet taekwondo, mendapatkan juara 2 Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tahun 2007, pada tahun 2008 menjadi peserta Raimuna Nasional di Cibubur Jakarta.

Ini Capaian Rabwan Setelah Tamat SMA

Masuk kuliah di FIK UNY tahun 2009 melalui jalur Penjaringan Bibit Unggul Daerah (PBUD) karena prestasi di cabor taekwondo. Tahun 2009 menjadi atlet Taekwondo Kabupaten Bima pada event Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB. Lulus kuliah S1, 3,8 tahun pada tahun 2013.

Rabwan kemudian melanjutkan pendidikan di pascasarjana UNY 2013 dan lulus pada tahun 2015, tepat 24 bulan waktu yang ia tempuh untuk menyelesaikan pendidikan S2. Ia kemudian mengabdi sebagai dosen tetap PJKR STKIP Taman Siswa Bima dari tahun 2015 hingga kini. Selama mengabdi mendapatkan beberapa hibah penelitian internal tak lama, ia melanjutkan pendidikan ke jejang strata tiga (S3) pada tahun 2017 di UNNES.

Selain aktivitas kuliah, Rabwan juga mengambil lisensi wasit futsal level 3 dan level 2 nasional. Mendapatkan lisensi pelatih tingkat pemula dari KEMENPORA. Dan mengikuti sekolah tambahan di bidang olahraga sebagai Ahli Ilmu Faal Olahraga (AIFO) pada tahun 2018. [B-24/*]