Kasat Pol Airud Polres Dompu: Aturan Penangkapan Baby Lobster Telah Dibebaskan -->

Iklan Semua Halaman

.

Kasat Pol Airud Polres Dompu: Aturan Penangkapan Baby Lobster Telah Dibebaskan

Wednesday, July 29, 2020
Kasat Pol Airud Polres Dompu saat memimpin giat QW di Desa Cempi Jaya Kecamatan Hu'u. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Menindak lanjuti Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan RI Nomor 12/Permen-kp/2020 tentang aturan penangkapan Baby lobster di wilayah perairan Indonesia kini telah dibuka izin untuk para nelayan.

Kasat Pol Airud Polres Dompu IPDA Lalu Muhammad Ikhsan mengatakan, meski demikian, warga nelayan harus membuat kelompok, agar baby lobster hasil penangkapannya ada tempat penyaluran, minimal CV yang memiliki izin resmi.

"Penangkapan baby lobster sudah dibebaskan, namun warga nelayan haru membuat kelompok terlebih dahulu dengan persyaratan KK dan KTP," terang Kasat Pol Airud saat menggelar kegiatan Quick Wins Polri program VI di Desa Cempi Jaya Kecamatan Hu'u, Rabu (29/7/2020) pagi.

Untuk sementara, lanjut Kasat Pol Airud, CV yang telah terdaftar di tiap-tiap daerah, hingga saat ini masih menunggu rekomendasi dari pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat. Sementara antusias warga nelayan sangatlah tinggi.

"Dengan adanya ini, para nelayan bisa terangkat perekonomiannya, dulu, para nelayan dilarang tapi tidak diberikan fasilitasnya dan mencarikan solusinya, sekarang masyarakat nelayan tidak perlu repot lagi menyalurkan kemana baby lobster hasil tangkapannya," ungkapnya.

Hal itu dilakukan, lanjut Kasat Pol Airud, penangkapan baby lobster bisa dipantau oleh pemerintah baik Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten. 

"Warga nelayan diberikan kebebasan penangkapan tapi dibatasi jumlah kapasitasnya, melalui hasil penampungan CV atau PT yang menaungi para nelayan," bebernya.

Warga nelayan diharapkan agar menyelesaikan persyaratan tersebut kemudian diantar ke desa-desa terkait yang nantinya Pemerintah Desa akan menindak lanjuti ke Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten. [B-10]