Kembali Gelar Aksi di Gate Benete, Pertemuan Massa GMSBMK dan Manajemen PT AMNT Deadlock -->

Iklan Semua Halaman

.

Kembali Gelar Aksi di Gate Benete, Pertemuan Massa GMSBMK dan Manajemen PT AMNT Deadlock

Senin, 06 Juli 2020
 Sejumlah Warga yang Menggelar Aksi di Gate Benete PT AMNT, Termasuk Ibu-ibu, Senin (6/7/2020). Foto B-14.


Taliwang, Berita11.com— Massa Gerakan Masyarakat Sumbawa Barat Mencari Keadilan (GMSBMK) kembali turun jalan menggelar aksi unjuk rasa di Gate Benete PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Kabupaten Sumbawa Barat, Senin (06/07/2020) pagi.

Sama dengan aksi-aksi sebelumnya, massa GMSBMK menuntut PT AMNT merealisasikan janji berkaitan permintaan massa dalam beberapa aksi sebelumnya. Yaitu kesempatan warga lokal lingkar tambang dipekerjakan di perusahaan tersebut.

Ketua GMSBMK, Yuni bourhany meminta pihak managemen PT AMNT merealisasikan janji mempekerjakan warga lokal lingkar tambang.

Yuni juga menuntut perusahaan agar anggaran program pemberdayaan masyarakat lingkar tambang dibuka secara transparan dan diberikan kepada masyarakat . Seperti proyek tambang di KSB (batu hijau) digarap oleh PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).

Sempat terjadi gesekan antara massa aksi dengan security perusahaan, sehingga pekerja menghentikan kendaraan perusahaan yang beroperasi . aksi massa dikawal puluhan anggota Polres Sumbawa Barat dan security perusahaan.

Masa aksi kemudian berhasil dipertemukan dengan pihak management PT AMNT oleh Kabag OPS Polres Sumbawa Barat, AKP Iwan Sugianto SH. Saat hearing berlangsung, pihak managemen PT kembali mendengar permintaaan massa aksi.


Kepala Departemen Publik Affairs PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Ahmad Salim mengatakan, perusahaan setempat bukan tidak mau mempekerjakan warga lokal, akan tetapi saat ini perusahaan belum membuka lowongan pekerjaan yang disebabkan pandemic Covid-19, sehingga perusahaan sulit mewujudkan permintaan massa aksi.

“Termasuk program pemberdayaan masyarakat belum bisa kita penuhi semuanya, tapi kita akan mencoba bicarakan dengan program pemberdayaan masyarakat, untuk masyarakat lingkar tambang,” ujarnya saat hearing.

Setelah hearing dengan pihak manajemen perusahaan hampir dua jam, massa kemudian membubarkan diri tanpa kejelasan berkaitan permintaan massa. [B-14]