Pembunuhan Iskandar Diduga Ada Tersangka Lain -->

Iklan Semua Halaman

.

Pembunuhan Iskandar Diduga Ada Tersangka Lain

Monday, July 13, 2020
Massa aksi dari AMPK saat Unras di depan Mapolres Dompu. Dok. Berita11.com.

Dompu, Berita11.com - Peristiwa kasus pembunuhan Iskandar, pria (35), warga Dusun Saka Timur Desa Mangge Asi yang terjadi di ladang jagung pada Jumat (12/20) lalu, diduga bukan hanya dilakukan tersangka SFD alias BJ pria (29), tetapi ada juga tersangka lain.

Hal itu dikemukakan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan (AMPK) saat menggelar aksi unjuk rasa (Unras) di depan Mako Polres Dompu, Senin (13/7/20) siang.

Massa yang didominasi kaum ibu-ibu dengan berjumlah lebih kurang 50 orang ini, dikoordinir Nasrullah, S. Pd meminta terhadap pihak kepolisian agar penanganan kasus tragis itu dilakukan secara transparan sehingga menetapkan terduga pelaku berdasarkan peran dan keterlibatannya.

"Kami menduga bahwa kejadian pembunuhan terhadap saudara kami bukan dilakukan oleh satu orang, bahkan kami menduga pelaku utamanya malah berkeliaran di kampung," teriak Nasrullah di atas mimbar orasi.

Permintaan yang sama disampaikan salah seorang orator Ilham agar segera tetapkan tersangka pelaku lain, dirinya maupun massa berkeyakinan bahwa pembunuhan Iskandar bukan pelaku tunggal, namun dilakukan dengan cara berencana. 

Untuk itu, massa juga meminta agar pihak kepolisian dalam hal ini penyidik Polres Dompu melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) atau rekonstruksi kejadian harus dilakukan di TKP. 

"Kami menduga Kepolisian tidak serius menanggapi atau menindaklanjuti berdasarkan laporan pihak keluarga sebagai antisipasi perbuatan melawan hukum berat," ujar Ilham.

Usai berorasi secara bergantian, massa diterima Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, S.IK guna menanggapi tuntutan massa aksi.

Menyikapi hal itu, Kapolres Dompu menyampaikan bahwa pihak kepolisian sudah berupaya semaksimal mungkin dalam hal penyelidikan maupun penyidikan atas kasus tersebut.

"Kami tidak akan sembunyikan jika memang ada fakta baru yang kami temukan dalam penyidikan. Kami akan tetapkan seseorang dalam kapasitasnya, jika memang dalam penyidikan itu terbukti," tanggapan Kapolres.

Dikatakannya, sebagai bentuk transparansi dalam penanganan perkara tersebut, Kapolres akan intens memberikan kabar kepada keluarga korban dengan cara mengirimkan surat tentang perkembangan hasil penyidikan. 

Sedangkan masalah rekonstruksi Kapolres mangaku belum dilakukan karena masih mengkhawatirkan tentang keamanan pelaksanaan rekonstruksi kejadian.

"Mengenai rekonstruksi di TKP, belum kami lakukan, karena belum ada masyarakat lebih khusus pihak keluarga korban yang bersedia menjamin keamanan pelaksanaan rekonstruksi dan kami akan pertimbangkan kembali," tandasnya. [B-10]