Penuhi Kebutuhan Pasar, Pemuda di Dompu Perbanyak Kumbung Jamur Bonggol Jagung -->

Iklan Semua Halaman

.

Penuhi Kebutuhan Pasar, Pemuda di Dompu Perbanyak Kumbung Jamur Bonggol Jagung

Thursday, July 30, 2020
Pemuda Karsel saat menabur bonggol jagung. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Permintaan jamur bonggol jagung kian hari semakin bertambah. Meski, sejumlah pemuda pembudidaya jamur bonggol jagung sudah memiliki puluhan kumbung, namun nyatanya belum mampu memenuhi permintaan pasar tradisional di Dompu.

Permintaan yang setiap hari terus bertambah, membuat para pemuda Karijawa Selatan (Karsel) Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu ini berpikir agar peluang itu tidak mau terbuang sia-sia dengan memperbanyak jumlah kumbung.

Bahkan permintaan pasar saat ini, melebihi jumlah produksi yang dihasilkan, sedikitnya 200 mika dengan berat ¼ kilo gram harus dipenuhi para kelompok pembudi daya jamur ini. 

Salah seorang perwakilan pemuda Karsel, Firmansyah kepada Berita11.com mengatakan, permintaan pasar yang melebihi produksi memaksa para pemuda kreatif ini harus menambah jumlah kumbung atau bedek jamur.

“Kami akan terus menambah jumlah bedek untuk budidaya jamur, untuk memenuhi permintaan pasar,” kata pria yang biasa disapa akrab Himen saat ditemui di lokasi, Kamis (30/7) pagi.

Menurut Himen, jamur bonggol jagung tidak hanya disalurkan di pasar tradisional dompu saja, tetapi juga dikirim ke beberapa daerah lain seperti Bima, Sumbawa Barat bahkan di pulau Lombok.
Saat panen Jamur bonggol jagung. Foto ist

Ia bersama pemuda lainnya saat ini berencana akan menambah 40 bedek jamur dengan ukuran lebar 1 meter dan panjang 5 meter.

“Alhamdulillah meskipun ini kreatif dan swadaya kami, perminataan pasar semakin banyak,” ujarnya.

Dikatakannya, ide brilian yang pertama kali ditemukan Arifuddin beberapa bulan lalu ini, sangat bermanfaat bagi warga sekitar, bahkan dengan membudidaya jamur bonggol jagung ini membuka lapangan kerja baru dan bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi warga setempat.

Di tempat yang sama, Hif Dulisan yang biasa dikenal Abang Hif juga mengungkapkan rasa senangnya, dengan permintaan pasar yang terus meningkat akan menjadikan produksi ini semakin berkembang.

“Kami bersyukur, permintaan semakin banyak, semoga budidaya ini semakin besar dan kami dapat memenuhi permintaan pasar di luar sana,” katanya.

Budidaya jamur menggunakan limbah bonggol jagung ini viral sejak Juni 2020 lalu dan semakin berkembang berkat keuletan, kreativitas dan semangat anak muda yang ada Karsel.

Mereka memanfaatkan limbah bonggol jagung sebagai media budidaya jamur dengan proses fermentasi sehingga menambah pundi-pundi rupiah. 
Proses pembuatan kumbung. Foto ist

Budidaya ini pertama kali ditemukan oleh salah satu pemuda setempat yakni Arifuddin SE beberapa bulan lalu, ia mendapat ide brilian dari youtube dan mengaplikasikannya sehingga berhasil sampai mendapat permintaan pasar yang cukup banyak.

Sementara itu, Dhian Purba, salah satu pemuda yang terlibat aktif dalam budidaya jamur tersebut, mengaku kewalahan dengan permintaan pasar, namun ia bersama pemuda lainnya tetap semangat dan terus bekerja.

“Ini demi kemajuan dearah kita, dengan adanya jamur ini, masyarakat dompu tidak lagi mendatangkan jamur serupa dari luar daerah,” katanya.

Ia menilai, yang dilakukan pemuda Karsel adalah cara untuk meningkatkan ekonomi di tengah pandemic covid-19.

Ia berharap, kreativitas dan motivasi yang ditunjukan bersama teman-temannya dapat dicontohkan oleh para pemuda di desa lain, sehingga para pemuda di Dompu dapat membangun daerah melalui ekonomi kreatif seperti ini.

Ia juga menjelaskan, pada bulan Agustus 2020 mendatang pemerintah Desa Doro Kobo Kecamatan Manggelewa Dompu dan Desa Woro Kecamatan Mada Pangga Kabupaten Bima akan mengunjungi Karijawa Selatan dalam rangka melihat cara budidaya jamur ini. [B-10]