Peristiwa Pembunuhan H.M.Yakub Akhirnya TERUNGKAP, Ini Pelakunya

Iklan Semua Halaman

.

Peristiwa Pembunuhan H.M.Yakub Akhirnya TERUNGKAP, Ini Pelakunya

Selasa, 21 Juli 2020
Jasad H.M.Yakub saat diidentifikasi Inafis Polres Dompu usai penemuan di atas pondok dalam lahan jagung miliknya. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Terduga pelaku pembunuhan terhadap H.M.Yakub (67) warga Dusun Wera, Desa Dorebara, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu NTB, yang ditemukan di atas pondok dalam areal lahan kebun jagung miliknya pada Rabu (15/7/2020) sore lalu, di So Klonco, Dusun, Tente, desa setempat akhirnya terungkap.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan penyidik Satuan Reskrim Polres Dompu bahwa terduga pelaku diketahui dua orang pria, masing-masing berinisial SHD (44) warga Dusun Ragi Desa Mbawi dan ARS (50) warga Dusun Dorebara Utara Desa Dorebara.

Menurut Kasat Reskrim IPTU Ivan Roland Cristofel, S.T.K melalui PAUR Subbag Humas AIPTU Hujaifah, dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi bahwa peristiwa itu berawal dari terduga pelaku SHD sempat cekcok mulut dengan korban terkait masalah irigasi atau pembagian air yang mengaliri tanah sawah milik mereka.

Terduga pelaku SHD beranggapan bahwa selama ini korban selalu menguntungkan dirinya sendiri dengan mengaliri air di sawah miliknya (korban) dan tidak pernah membagikan kepada orang lain, sehingga timbul niat SHD untuk melakukan penganiayaan terhadap korban.

"Atas keterangan saksi tersebut, maka penyidik melakukan penangkapan dan dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap SHD dan ARS dan di hadapan penyidik, SHD dan ARS mengakui semua perbuatannya dan membenarkan keterangan saksi," ungkap Hujaifah.

Sebelum melakukan penganiayaan, SHD merasa kesal usai cek cok mulut dengan korban, akhirnya SHD memanggil ARS untuk diajak melakukan penganiayaan terhadap korban.

"Setelah mengajak ARS, keduanya menemui korban yang saat itu sedang berada di lahan kosong atau persisnya di bawah lahan tanaman jagung miliknya (korban, red), setelah berhadapan dengan korban sekira pukul 14.25 Wita, keduanya langsung menyerang korban," terang Hujaifah.

"ARS beraksi dengan cara memeluk dan menggigit tangan korban, sedangkan SHD mencekik leher korban hingga korban tidak bergerak meninggal dunia," lanjut Hujaifah. 

Setelah keduanya memastikan korban meninggal dunia, keduanya menyembunyikan perbuatannya (menciptakan alibi) dengan mengangkat dan membopong mayat korban lalu dibawa kembali diatas pondok milik korban sendiri dengan maksud seolah-olah korban dalam posisi tertidur dan tidak mengalami suatu tindakan kekerasan atau penganiayaan. 

"Setelah menyimpan jasad korban, SHD dan ARS meninggalkan pondok tersebut dan kembali ke rumah masing-masing," ungkap Hujaifah.

Saat ini, SHD dan ARS telah ditahan di Mapolres Dompu dan atas perbuatannya kedua terduga pelaku dikenakan pasal sangkaan yakni Pasal 338 Jo Pasal 351 Ayat ( 3 ) Jo pasal 55 Ayat (1, ke-1) KUHP. [B-10]