Polisi Bekuk Pria Pelaku Curanmor, Sembilan Unit Motor Hasil Curian Berhasil Diamankan -->

Iklan Semua Halaman

.

Polisi Bekuk Pria Pelaku Curanmor, Sembilan Unit Motor Hasil Curian Berhasil Diamankan

Friday, July 10, 2020
Terduga pelaku ABD dan sembilan unit sepeda motor hasil curian. Foto

Dompu, Berita11.com - Tim PUMA Polres Dompu berhasil bekuk seorang pria berinisial ABD (27 tahun), warga Dusun Doro Mbe'e, Desa Lanci Jaya, Kecamatan Manggelewa, Kamis (09/07/202) siang sekira pukul 12.00 Wita. 

ABD dibekuk polisi karena diduga kerap kali melakukan pencurian sepeda motor (Curanmor) berdasarkan keluhan dan laporan warga Kabupaten Dompu.

Dari hasil pengembangan terhadap ABD, tim PUMA di bawah pimpinan Bripka Zainul Subhan berhasil mengungkap sembilan kasus Curanmor serta mengamankan sebilan unit sepeda motor dalam waktu sehari hasil curian ABD yang telah terjual.

Kasat Reskrim IPTU Ivan Roland Cristofel, S.T.K melalui PAUR Subbag Humas AIPTU Hujaifah menjelaskan, penangkapan terduga pelaku berawal dari laporan warga yang sudah resah atas maraknya kehilangan sepeda motor di wilayah hukum Polres Dompu.

"Berdasarkan informasi dari masyarakat tentang maraknya terjadinya kasus Curanmor, Kasat Reskrim memerintahkan tim PUMA untuk segera melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk segera diungkap dan dilakukan penangkapan," ungkap Hujaifah.

Dari hasil penyelidikan, tim PUMA mendapat Informasi bahwa yang kerap kali melakukan Curanmor adalah ABD, selanjutnya, tim melakukan penangkapan terhadap ABD sekaligus mengamankan satu unit sepeda motor merk honda Supra X 125 warna hitam.

Supra X 125 ini milik Sukardin (38) warga Desa Konte, Kecamatan Kempo, yang dicuri beberapa bulan lalu, bertempat di Dusun Depa Jaya, Desa Anamina, Kecamatan Manggelewa saat diparkir di pinggir jalan. 

Sukardin saat itu sedang memupuk jagung di lahan miliknya, saat kejadian Sukardin sempat melihat ABD sedang melancarkan aksinya, namun jaraknya yang agak jauh, sehingga sulit dikejar, meski ada upaya korban melakukan pengejaran namun terduga pelaku kehilangan jejak.

"Sepeda motor tersebut sudah dijual ke seseorang berinisial DRL (32) warga Desa Lanci III, Kecamatan Manggelewa," beber Hujaifah.

Tidak sampai disitu, tim PUMA melanjutkan pengembangan terkait keterlibatan ABD dalam kasus curanmor yang lain. Saat dilakukan interogasi, ABD mengaku, bahwa pernah melakukan curanmor selain milik Sukardin dan hasil curiannya telah dijual di Desa Lanci Jaya dan Desa Tanju.

"Dari hasil pengembangan, tim PUMA melakukan penyelidikan terkait keberadaan BB (barang bukti) lainnya, hasil pengembangan tambahan, dalam penyelidikan memperoleh Informasi bahwa terdapat delapan unit BB dicuri ABD yang sudah terjual ke beberapa warga di dua desa," terang Hujaifah.

Adapun nama yang membayar sepeda motor dari ABD diantaranya BNY warga Dusun Lanci III, JBD alias DR warga Dusun Lanci III, STH warga Dusun Sori Rae. Ketiganya merupakan desa yang sama yakni Desa Lanci Jaya, kemudian, satu di antaranya, IS warga Desa Tanju.

Selanjutnya, tim PUMA bergerak cepat menelusuri rangkaian jual beli sepeda motor hasil curian ABD kepada pembeli tersebut, dan akhirnya membuahkan hasil. 

"Tim PUMA mengamankan barang bukti lain yakni delapan unit sepeda motor yang sudah dalam keadaan diprotoli (dibongkar, red) dan ABD mengakui, bahwa hal dilakukan untuk mengubah tampilan asli sepeda motor hasil curian," urai Hujaifah.

Berikut barang bukti (BB) yang berhasil diamankan empat unit sepeda motor merek Honda Supra X 125 warnah hitam tanpa No.Pol. (telah diprotoli).

Kemudian empat unit sepeda motor merek honda Revo Absolut warnah hitam tanpa No.Pol. (telah di protoli) dan satu unit sepeda motor merek Suzuki Thunder warn biru Tanpa No.pol.

Menurut Hujaifah, di hadapan polisi, ABD mengaku, sembilan unit sepeda motor itu, delapan unit sudah dalam keadaan diprotoli dan ABD setelah melakukan pencurian, BB dibawa pulang kerumahnya guna diprotoli dengan tujuan untuk menghilangkan jejak dan setelah itu ditawarkan kepada peminat.

Setelah mengamankan ABD beserta BB, tim PUMA menggiring ke Mapolres Dompu guna diproses lebih lanjut. Dan akibat perbuatannya, ABD dikenai pasal sangka yakni Pasal 363 ayat (1) KUHP yang berbunyi sebagai berikut.

“Barangsiapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak enam puluh rupiah.” [B-10]