Ponpes Al Madinah akan Dibangun hingga Perguruan Tinggi, Uluran Dermawan juga Dibutuhkan -->

Iklan Semua Halaman

.

Ponpes Al Madinah akan Dibangun hingga Perguruan Tinggi, Uluran Dermawan juga Dibutuhkan

Wednesday, July 1, 2020
Ustadz Jabir. Foto Berita11.com.


Bima, Berita11.com— Selain melaksanakan pendidikan Pondok Pesantren (Ponpes), Yayasan Al Madinah Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) akan mengembangkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Sejak tahun lalu, Yayasan Al Madinah telah membahas dan merencanakan membangun Perguruan Tinggi Islam yang akan menampung para alumni santri dari Kabupaten Bima, Kota Bima dan Dompu, terutama alumnus SMA Al Madinah.

“Rencana bangun perguruan tinggi tahun lalu telah dicanangkan oleh Ketua Yayasan Al Madinah Bolo. Bahwa Al Madinah akan membangun dan mendirinkan Perguruan Tinggi Islam, yang mana alumni-alumni Pondok Al Madinah, pesantren bisa kita gunakan. Baik yang dari Kabupaten Bima, Dompu maupun Kota Bima. Tapi kita kekurangan fasilitas pendukung. Itu rencananya tahun ke dua sampai lima tahun ke depan, insya Allah betul betul direncanakan,” ujar Pendiri Ponpes Al Madinah, Ustadz Jabir kepada Berita11.com di Kecamatan Bolo, Jumat (26/6/2020) lalu.

Ustadz Jabir menjelaskan, selama ini para alumnus Ponpes Al Madinah tamatan SMA dari yayasan setempat melanjutkan pendidikan di sejumlah perguruan tinggi yang umumnya lembaga AMCF, kerja sama Muhammadiyah dengan pihak Arab seperti Khalid bin Walid di Mataram, perguruan Albir di Makassar, perguruan tinggi Abubakar di Jakarta dan Usman bin Affan di Surabaya. Adapun alumnus santri setempat yang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri seperti Universitas Islam Negeri (UIN) hanya sebagian kecil.

“Kerjasama dengan kampus, kebanyakan anak Al Madinah mengambi jurusan Bahasa Arab, PAI dan Tahfiz Quran di lembaga-lembaga AMCF orang Arab kerja sama dengan Muhammadiyah,” ujarnya.

Secara umum jumlah santri Ponpes Al Madinah berkembang dan bertambah. Pada tahun 2020 ini mencapai 140 orang dari tahun sebelumnya 100 orang.

“Keseluruhan tinggal semua di dalam. Program kita selama Covid ini, kegiatan perdana (membantu) musibah di Ngali dan kemudian kami juga bersama masyarakat mengadakan musyawarah pernikahan dan didatangi juga oleh pengurus BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) yang baru,” ujar Ustadz Jabir.

Dikatakannya, penerimaan santri dan santriwati Ponpes Al Madinah selalu meningkat. Bahkan meningkat dua kali dari tahun lalu. Adapun jumlah santri untuk tingkat SMA meningkat 25-30 orang dibandingkan tahun sebelumnya 18 orang, sedangkan tingkat SMP meningkat menjadi 40 orang dibandingkan tahun sebelumnya 25 orang.

Diakuinya, hal tersebut seiring dengan pneingkatan fasilitas Ponpes. “Alhamdulilllah adanya peningkatan pendaftaran tahun ini, kami memiliki lantai 2 asrama, kemudian aspal jalan mulai dari Masjid Babul Ridwan hinga pondok, kemudian ada lampu listrik tenaga surya dan bor air 1 miliar,” ujarnya.

Pada sisi lain, selain ilmu Islam, santri dan santriwati Ponpes Al Madinah juga diajarkan berbagai keterampilan (skill) sebagai bekal hidup di antaranya keterampilan menjahit bagi santri perempuan dan keterampilan sablon, las dan meublair bagi santri.

“Alhamdulillah, cuma kita kekurangan fasilitas alat alat yang mendukung sedikit. Perlu dukungan alat alat itu. Kemudian karena santri dan santriwati kekurangan satu lokal asrama. Kita sudah bangun dasar tapi belum ada uang. Baru ada uang sedikit, mohon lewat media ini kami harapkan ada dukungan dari pemerintah, donatur kaum muslimin dan dermawan sehingga ada asrama untuk santriwati sangat kurang satu lokal. Mudah-mudahan ada kerja sama,” harapnya.

Ditambahkannya, yayasan setempat juga membutuhkan uluran para donator maupun pemerintah untuk pengembangan Ponpes dalam membangun perguruan tinggi. [B-11]