Terduga Pelaku Curanmor di Dompu Nyaris Tewas Diamuk Massa -->

Iklan Semua Halaman

.

Terduga Pelaku Curanmor di Dompu Nyaris Tewas Diamuk Massa

Tuesday, July 14, 2020
Terduga pelaku dan satu unit barang bukti sepeda motor Scoopy. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Nasib tak berpihak kepada seorang terduga pelaku pencuri sepeda motor (Curamor) inisial SD alias AS alias SH (32) warga Desa Ta'a, Kecamtan Kempo, Kabupaten Dompu. Pria yang merupakan residivis ini diamuk massa hingga nyaris tewas di rumah makan sate soto samping SPBU Karijawa, Selasa (14/7/2020) sekira pukul 15.10 Wita.

Terduga pelaku mencoba ingin mengambil sepeda motor merek Scopy, warna silver dengan Nopol DR 3670 MO, milik Ayu Sariningsih warga Dusun Ragi, Desa Mbawi Kecamatan Dompu, namun aksinya dapat digagalkan oleh pemilik sepeda motor.

Kapolsek Dompu IPDA I Kadek Suadaya Atamaja, S.Sos melalui PAUR Subbag Humas Polres Dompu AIPTU Hujaifah menjelaskan, kasus tersebut berawal dari korban datang membeli sate menggunakan sepeda motor miliknya, tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) korban memarkir di samping rumah makan sate soto.

Tak lama kemudian, datang SD bersama temannya inisial AH menggunakan sepeda motor honda Revo Fit tanpa NoPol, keduanya datang dengan modus berpura pura untuk membeli sate soto.

SD memesan sate dan soto pada pemilik rumah makan, sedangkan AH menunggu dan tetap menduduki sepeda motor yang digunakan.

"Setelah memesan sate soto, SD menghampiri sepeda motor milik Korban yang diparkir. Kemudian berusaha mencongkel kontak sepeda motor milik korban lalu memindahkan posisi sepeda motor untuk dibawa kabur," kata Hujaifah.

Na'as bagi SD, aksinya tersebut dipergoki oleh korban, sontak korban langsung berteriak minta tolong sambil saling tarik sepeda motor dengan terduga pelaku, akhirnya, korban mendorong SD sehingga terjatuh.

"Pemilik rumah makan (Junaedi Arifin) membantu korban dan mencoba menghalau pelaku yang ingin melarikan diri namun pada waktu yang bersamaan datang warga yang kebetulan melintas di sekitar TKP," ungkapnya. 

"Kemudian menghampiri dan menghakimi SD hingga mengalami luka robek pada bagian kepala, mulut, pelipis mata, luka memar dan bengkak pada hidung," sambung Hujaifah. 
Sejumlah BB yang berhasil disita dari tangan terduga pelaku. Foto ist

Sementara, AH berhasil melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor, sebelum warga menghakimi SD, warga mengetahui bahwa SD ternyata membawa senjata api rakitan yang diselipkan di pinggang kirinya.

Kapolsek Dompu saat mendapat informasi tersebut langsung memerintahkan anggota untuk segera mendatangi TKP dan saat bersamaan tim PUMA yang dipimpin BRIPKA Zainul Subhan sedang melaksanakan patroli rutin juga tiba di TKP dengan segera berupaya melakukan evakuasi SD dari amukan massa.

"Petugas kepolisian memindahkan SD kedalam kantor SPBU Karijawa, kemudian melakukan negosiasi dan penggalangan serta upaya persuasif terhadap massa yang masih ingin menghakimi pelaku," beber Hujaifah.

Petugas kepolisian tetap berupaya melakukan evakuasi mengingat massa yang semakin banyak akhirnya petugas menerobos paksa di kerumunan massa dan pada saat dilakukan evakuasi, massa tetap melakukan pemukulan.

"Namun berkat keuletan dan kesigapan anggota kepolisian selanjutnya anggota polsek dompu dan Tim Puma berhasil mengevakuasi SD dari amukan massa dan diamankan di mapolsek Dompu yang selanjutnya dibawa tim PUMA menuju Mapolres dompu untuk proses lebih lanjut," terang Hujaifah.

Dari hasil data awal yang didapat pihak kepolisian, SD merupakan Residivis dalam pidana Curanmor dengan modus yang sama dengan berpura-pura membeli dan memesan makanan sebelum melancarkan aksinya.

Dari tangan terduga pelaku, polisi menyita barang bukti (BB) satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna hitam dengan Nomor Rangka : MH1JM3129KK723367 dan Nomor Mesin : JM31E-2718734584, serta Nomor Polisi : DR 3670 MO.

Satu pucuk senjata api rakitan dengan gagang terbuat dari kayu, satu butir peluru Kaliber 5,56 dan satu lembar STNK atas Nama Sulaeman Muzaini. [B-10]