Audit Nyeleweng ADD/DD Rp1,3 Miliar Dinilai Mangkir, AMPP Desa Hu'u Demo Inspektorat -->

Iklan Semua Halaman

.

Audit Nyeleweng ADD/DD Rp1,3 Miliar Dinilai Mangkir, AMPP Desa Hu'u Demo Inspektorat

Wednesday, August 26, 2020
Saat membuat surat pernyataan dalam ruang IRBAN III usai menggelar orasi. Foto Poris Berita11.com.

Dompu, Berita11.com - Massa aksi dari Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan (AMPP) Desa Hu'u melakukan aksi demonstrasi Inspektur Inspektorat usai menggelar orasi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Dompu, Rabu (26/8/2020) siang.

Puluhan massa aksi yang dikoordinir Supriadin, SH dan Ahmad H. M. Saleh ini berpendapat, bahwa laporan tentang dugaan penyelewengan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2018 dan 2019 senilai Rp1,3 Miliar yang dilaporkan pada Senin (18/5) lalu diduga mangkir dari proses audit atau pemeriksaan inspektorat.

Salah satu orator Khairul Amir Mahdon menyuarakan dugaan konspirasi tersistimasif dilakukan Kepala Desa Hu'u  Hidayat Hamzah, SH dengan pihak inspektorat saat melakukan pemeriksaan beberapa waktu lalu.

"Waktunya sudah cukup lama laporan atas penyelewengan ini, apa yang dilakukan inspektorat, bahkan kami dengar ada lobi-lobian pihak Inspektorat dengan pihak Kepala Desa, jika inspektorat ingin lobi-lobian lebih baik anda-anda jadi kontraktor," teriak Khairul Amir Mahdon di atas mimbar orasi.

Dalam orasinya, Khairul Amir Mahdon mengancam jika pihak inspektorat masih saja tidak mengindahkan tuntutan mereka bakal melumpuhkan aktifitas inspektorat dengan membangun tenda dan menginap untuk beberapa hari kedepan.

"Demi Allah, sekalipun nyawa sebagai taruhannya, saya bersumpah, jika inspektorat tidak memberikan kejelasan tidak ada satupun yang bisa pulang, kami akan membangun tenda di sini, jangan main-main saudara," ancam dia.
Serah terima surat pernyataan di depan ruang Urban III. Foto Poris Berita11.com.

Khairul Amir Mahdon menegaskan, jika bendera telah dibentangkan, maka itu adalah awal dari sebuah perjuangan yang hingga pada titik akhir dan satu-satunya titik akhir itu adalah kepastian hukum.

"Jika kepala desa terbukti seret ke penjara, jangan main di belakang meja, jangan maling bersama jangan sampai seperti itu, empat bulan laporan kami, tapi buruknya kinerja inspektorat belum bisa menampakan ke masyarakat tugas maupun tanggung jawabnya," terangnya.

Aksi massa sempat memanas yang dimana massa aksi menerobos masuk ke ruangan-ruangan inspektorat untuk mencari atau  sweping pegawai inspektorat, beruntung aksi yang dilakukan massa dapat diredah aparat Kepolisian Resor Dompu.

Setelah melakukan orasi secara bergantian, massa aksi diterima Inspektur Pembantu (IRBAN) III Investigasi dan Sosial Politik, Drs. Arifuddin, M.Si dan anggota tim Can guna melakukan dialog dan negosiasi.

Hasil negosiasi akhir antara massa aksi dan Irban III melahirkan sebuah surat pernyataan, yang dimana pihak Irban III berjanji bakal menyelesaikan pemeriksaan fisik tahun anggaran 2018-2019 dalam jangka satu Minggu, dimulai Senin (31/8) sampai Senin (7/9/2020).

Surat pernyataan tersebut dibubuhi tanda tangan di atas meterai Rp6000 yang dilakukan Inspektur Pembantu Investigasi dan Sosial Politik Drs. Arifuddin, M.Si dan Kharsanin, SE. [B-10]