Belasan Jam Dicari di Teluk Bima, Jasad Bocah SD belum Ditemukan -->

Iklan Semua Halaman

.

Belasan Jam Dicari di Teluk Bima, Jasad Bocah SD belum Ditemukan

Wednesday, August 5, 2020
Sejumlah Anggota SAR yang Mencari Jasad Korban Keluar Istrahat, Rabu (5/08/2020). Foto B-11.


Bima, Berita11.com— Hingga kini Tim SAR bersama Satuan Polairud Polres Bima, Polsubsektor Soromandi, Tim Senkom Polri, puluhan warga dan aparat TNI masih berupaya mencari keberadaan Rafli Aulia alias Bima (10 tahun), warga Lewidewa Desa Lewintana, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima.

Pada pukul 08.15 Wita pagi, Tim SAR, Satuan Polairud, Senkom dan puluhan warga menyisir laut lebih kurang 300 meter dari tepi laut di Dusun Pasir Putih Lewidewa, Desa Lewintana tepatnya di Teluk Bima untuk mencari korban.

Kepala Desa Lewintana Kecamatan Soromandi, Hidayat mengatakan, sejak menerima informasi hilangnya bocah tersebut, pihaknya bersama masyarakat dan anggota TNI-Polri melakukan pencarian di sekitar lokasi korban dinyatakan hilang saat mencari rumput laut.

Sebelum dinyatakan hilang pada Selasa (04/8/2020) waktu magrib, korban dan bersama lima rekannya sesama bocah mencari rumput laut dengan berpencar. Untuk mencari rumput laut, beberapa bocah tersebut menyelam di laut. “Karena untuk mencari rumput laut kadang masuk ke air. Setelah berpencar, teman-temannya tidak melihat korban,” ujar Kades di lokasi pencarian.

Hidayat menjelaskan, pencarian korban dilakukan warga hingga menjelang subuh hari. Namun tidak kunjung membuahkan hasil. Sebelumnya, upaya pencarian juga dilakukan di kebun warga belakang dusun setempat. 

Warga Berkerumunan di Sekitar Lokasi Pencarian. Foto B-11.

Sekira pukul 08.48 Wita, sejulmah anggota SAR dan Polairud yang melaksanakan pencarian dengan cara menyelam menghentikan pencarian. Namun sebagian anggota tim yang mencari menggunakan perahu tetap melakukan pencarian.

Beberapa menit kemudian sempat terjadi miss informasi saat sejumlah warga menerima informasi bahwa korban ditemukan di sekitar laut belakang Kantor UPT Pengawas Jalan DPU Provinsi di Dusun Bajo Selatan, Kecamatan Soromandi, yang tak jauh atau sekitar 1 kilometer dari lokasi pencarian awal. Namun setelah Tim SAR, tim gabungan dan warga menuju lokasi, ternyata informasi tersebut tidak valid sehingga memicu kemarahan warga yang menganggap dibohongi warga desa tersebut.

Warga Dusun Lewidewa dan Dusun Pasir Putih yang tak terima informasi yang tidak valid tersebut kemudian menutup ruas jalan provinsi NTB Lintas Soromandi menggunakan barugak hingga menyebabkan kemacetan beberapa menit. Sejumlah warga kemudian mau membuka ruas jalan setelah upaya penggalangan oleh Bhabikamtibmas. Pencarian kemudian dilanjutkan di lokasi awal.

Pantauan Berita11.com, puluhan warga Desa Bajo Kecamatan Soromandi, juga membantu pencarian korban. Sebelumnya bantuan pencarian juga dilakukan sejumlah warga Desa Bajo sejak Selasa malam, yang mana Desa Lewintana merupakan satu induk dengan Desa Bajo yang baru dimekarkan beberapa tahun lalu.

Warga Bajo, Suharni mengatakan, memang ada miss informasi saat warga setempat melihat buah kelapa yang mengapung di air di belakang kantor UPT Pengawas Jalan DPU di Desa Bajo. Informasi dari warga setempat bernama Malik, langsung menyebar hingga ke Dusun Lewidewa saat belum dipastikan bahwa benda yang mengapung adalah batok kelapa.

Sebelumnya, pada Selasa malam, anggota Polairud melaksanakan pencarian korban hingga pukul 22.00 Wita. Namun pencarian tidak dilanjutkan karena cuaca yang kurang mendukung. Hingga pukul 13.00 Wita, Rabu (5/8/2020) upaya pencarian jasad korban masih dilakukan tim gabungan bersama warga. [B-11]