Bertandang ke Hj Putu Selly Andayani, Ketua PP Muslimat NW Kagum dengan Konsep Mataram Berkah Cemerlang -->

Iklan Semua Halaman

.

Bertandang ke Hj Putu Selly Andayani, Ketua PP Muslimat NW Kagum dengan Konsep Mataram Berkah Cemerlang

Thursday, August 20, 2020
Ketua PP Muslimat NW Lale Syifaun Nufus Mengaku Kagum dan Terkesima dengan Program dan Konsep Hj Putu Selly Andayani dalam Meningkatkan Kesejahteraan Perempuan di Kota Mataram.  Hal itu Ia Ungkapkan saat Bertandang ke Kediaman Mantan Kadis Perindag Provinsi NTB ini, Kamis (20/08/2020) Malam.

Mataram, Berita11.com— Calon Wali Kota Mataram berkah dan cemerlang, Hj Putu Selly Andayani menerima kunjungan silaturahmi pengurus pusat (PP) Muslimat Nahdatul Wathan (NW) yang dipimpin Ketua PP Muslimat NW Lale Syifaun Nufus di kediamannya di Jalan Panji Masyarakat, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Selasa (18/8/2020) malam.

Dalam kesempatan itu juga, Hj Putu Selly Andayani memberikan cinderamata kenang-kenangan jilbab hijau kepada tamunya tersebut.

Selanjutnya dalam pertemuan tersebut, Selly mengungkapkan tekad dirinya maju dalam kontestasi Pilkada Mataram kali ini, dipicu keprihatinannya atas kondisi perekonomian kaum perempuan di NTB. Terutama mereka yang beraktifitas sebagai pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram.

Menurut Selly, tidak berkembangnya usaha para kaum perempuan lantaran ketiadaan perbankan milik pemerintah daerah yang berada di pasar tersebut. Akibatnya, bunga mencekik kian banyak dan tumbuh subur sebagai pilihannya.

"Kondisi ini yang memprihatinkan. Padahal, kita di NTB adalah Pulau Seribu Masjid," imbuh Selly.

Ia mengatakan, ke depan Selly-Manan akan berupaya mengubah peluang untuk pelaku UMKM perempuan. Semua pimpinan Ormas Islam, khususnya perempuan termasuk Muslimat NW harus bersatu bagaimana memikirkan kesejahteraan perempuan.

Bagi Selly, program bantuan dan kemudahan modal untuk UMKM perempuan itu sangat bisa diterapkan. Pasalnya, ia memiliki pengalaman di bidang keuangan untuk melakukan hal itu.

Apalagi, berdasarkan data BPS pada tahun 2014, sekitar 60% usaha kecil dan mikro di Indonesia digerakkan oleh perempuan dan terbukti mampu bertahan dari krisis moneter yang menimpa Indonesia dalam 10 tahun terakhir.

Selain itu, usaha mikro dan kecil menyumbangkan sekitar 56,5% dari produk domestik bruto (PDB), dan menyerap sekitar 66,7% tenaga kerja di sektor usaha mikro, dan kecil, di mana sekitar 70% pelakunya adalah perempuan.

"Jadi model bantuan pinjaman lunak itu bersifat syariah dengan mendekatkan Bank NTB Syariah ada langsung di lokasi pasar itu. Bila perlu petugas perbankannya punya lapak dan konter di dalam pasar dan model persyaratannya mudah. Yakni, pedagang itu hanya ber-KTP Mataram nanti pemkot sebagai penjaminnya," jelas Selly.

Mantan Penjabat Wali Kota Mataram itu menilai, sejatinya perempuan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga dan membangun kewirausahaan di Indonesia, termasuk di Provinsi NTB.

Namun sayangnya, besarnya peran dan kontribusi perempuan dalam pembangunan perekonomian bangsa ini, belum diiringi dengan kepedulian banyak pihak untuk memperbesar akses dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas usaha bisnis perempuan.

Padahal masalahnya itu sangat mudah (simpel). Yakni, hanya pada sisi akses permodalan, akses bimbingan dan pelatihan yang sering kali menjadi persoalan klasik yang dihadapi perempuan pelaku usaha mikro dan super mikro.

"Jika masalah ini kita bisa kita uraikan, maka tuga pemerintah adalah menfasilitasinya. Pokoknya, di benak saya itu, perempuan harus menjadi yang terdepan dan harus sejahtera. Dan, saya siap menghubungkan dengan pemerintah pusat guna mengurai masalahnya. Asalkan, mau saja kuncinya," tegasnya.

Subsidi Bahan Pokok

Selly menuturkan, khusus bagi pengusaha tahu tempe di wilayah Kota Mataram yang selama ini mengalami persoalan dari sisi bahan baku yang harus didatangkan dari luar Pulau Lombok, serta akses permodalannya.

Maka, menurut dia, cara efektif yang ditawarkan adalah dengan pemberian subsidi bahan pokok, khususnya kedelai untuk perajin tahu tempe.

Selain itu, Selly akan melakukan kerjasama dengan Pemda Kabupaten/Kota lainnya di NTB guna menyiapkan pasokan bahan baku kedelai bagi para pengusaha tahu tempe di Mataram.

"Karena Mataram sudah enggak punya lahan pertanian yang memadai. Maka, perlu juga kita membangun kerjasama dengan pemda kabupaten/kota lainnya. Jadi, kerja sama itu saling menguntungkan ketimbang kita beli pasokan dari petani luar NTB, alangkah baiknya kita membeli dari hasil petani NTB," jelasnya.

Menurut dia, kemitraan saling menguntungkan dengan pemda lainnya di NTB adalah upaya dalam mendukung program Gubernur NTB, yakni cintai, beli dan gunakan produk lokal buatan UMKM NTB.

Lebih jauh Selly mengungkapkan kondisi serupa juga dialami pengusaha kerupuk kulit di Seganteng. Persoalan mereka juga sama. Yakni, bahan kerupuk kulitnya justru berasal dari Jawa Timur. Padahal, Provinsi NTB merupakan daerah penghasil sapi dan kerbau terbesar di Indonesia, sehingga oleh pemerintah pusat, NTB ditetapkan sebagai lumbung daging nasional.

“Saya sudah bicara dengan pak Gubernur, bahwa kulit sapi dan kerbau itu lebih ekonomis jika dijual di NTB, karena manfaatnya perputaran uang akan berada di NTB dan bukan keluar daerah. Nanti teknisnya, perbankan akan melakukan pendampingan pada pengusaha UMKM Seganteng itu, sehingga tidak lagi menghasilkam kerupuk kulit tapi juga untuk pembuatan tas kulit sapi dan kerbau merek Mataram,” papar Selly.

Sementara itu, Ketua PP Muslimat NW Lale Syifaun Nufus mengaku kagum dan terkesima dengan pemaparan konsep program pengembangan yang dipaparkan Hj Selly Andayani dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan di Kota Mataram.

"Saya datang ini adalah bagian silaturahmi, karena saya lihat lewat baliho jika Bunda Selly punya program khusus untuk perempuan. Makanya, kami datang ke tempat beliau. Jujur, setelah mendengar konsep dan gagasan Bunda Selly, kami kagum dan tumben melihat tokoh perempuan yang punya visi memajukan kaumnya," kata Lale.

Didampingi Umi Syarkawi, Dekan Universitas Nahdatul Wathan (UNW) Mataram itu mengatakan, konsep program bantuan tanpa agunan ke pedagang dan UMKM di Mataram sangat tepat.

"Dengan mendekatkan perbankan di dalam pasar jelas itu ide brilian. Karena, pandangan yang logis secara akademik. Jujur, saya terkesima, sehingga rasa penasaran mimpi saya itu, akhirnya terjawab dan memang Bunda Selly sangat cocok dan layak menjawab persoalan dan tantangan kaum perempuan untuk bisa sejahtera," tukas Lale Syifaun Nufus. [B-24/*]