CV Akar Daya Mandiri Dinilai tidak Transparan Salurkan Gaji Karyawan PT Telkomsel -->

Iklan Semua Halaman

.

CV Akar Daya Mandiri Dinilai tidak Transparan Salurkan Gaji Karyawan PT Telkomsel

Monday, August 3, 2020
Maneger CV Akar Daya Mandiri bersama sejumlah karyawan PT Telkomsel saat memberikan keterangan pers di depan kantor Telkomsel. Dok. Berita11.com.

Dompu, Berita11.com - Sejumlah Karyawan Telkomsel Cabang Dompu menilai tentang salinan kontrak kerja dan slip gaji yang terkesan tidak ada transparansi dari CV Akar Daya Mandiri sebagai mitra kerja dan distributor barang PT Telkomsel.

Salah seorang perwakilan karyawan yakni Syamsurizal pria 38 tahun, selaku supervisor saat ditemui di depan kantornya, di Jalan Lintas Dompu - Sumbawa, Kelurahan Bali Kecamatan Dompu, Senin (3/8/20) siang, kepada Berita11.com mengatakan, sejak awal CV Akar Jaya Mandiri sebagai pemenang tender tidak pernah mengeluarkan slip gaji dan salinan kontrak kerja.

"Selama enam tahun bekerja sama dengan CV Akar Jaya Mandiri ini, kami tidak pernah tahu besar dan kecilnya gaji kami, selama ini kami hanya menerima gaji saja, tanpa ada pembuktian silpnya," keluh Rizal.

Menurutnya, Slip gaji sangat dibutuhkan berkaitan dengan besar dan kecilnya jumlah gaji maupun pemotongan. Apalagi, Upah Minimum Kabupaten (UMK) Dompu di tahun 2020 sudah ditetapkan sebanyak Rp2.187,562 per bulan atau mengalami kenaikan 8,51 persen hal itu yang perlu diketahui oleh semua karyawan.

"Setiap kita menerima gaji melalui rekening, namun kita tidak tahu, besar gaji pokok kita itu berapa, tunjangan kinerja kita berapa, Insetif kita berapa, dan totalnya berapa dan hutang piutang besar pemotongan berapa, semua itu kita tidak tahu," terangnya.

Rizal mengakui, terkait salinan kontrak kerja, pihaknya sudah mempertanyakan kepada GM yang berada di Mataram, namun pihak GM sendiri mengatakan bahwa salinan kontrak kerja dikeluarkan oleh pusat.

"Dulu, saya pernah meminta salinan kontrak kerja, tapi pihak GM Mataram menjawab akan memproses di pusat, dan saya meminta salinan kontrak kerja ini merupakan prosedur dan aturan yang harus dikeluarkan oleh perusahan," ujarnya. 

"Hal itu juga mengacu dalam aturan Depnaker, namun hingga saat ini pihak perusaan belum juga dikelurkan salinan kontrak kerja itu," sambung dia.

Di tempat yang sama, Maneger CV Akar Daya Mandiri A. Rafik mengaku, bahwa pihaknya telah berupaya menanyakan apa yang menjadi keluhan tersebut, namun jawaban dari pusat kurang memuaskan sejumlah karyawan.

"Saya sudah mempertanyakan hal ini kepada atasan kami, namun mereka bilang hanya satu yaitu ada dari pusat," jelas Rafik.

Ia mengaku, pihaknya sudah mempertanyakan hal itu juga di daerah-daerah lain namun jawabannya tetap sama.

"Saya juga takut informasi itu salah saya berupaya untuk mencari tahu terhadap rekan-rekan lain, mereka juga jawabannya sama, bahwa masalah itu adalah urusan pusat," terangnya. 

Dengan keluhan yang dialami sejumlah karyawan yang ada, Rizal menambahkan, pihaknya berjanji bakal menjadi orang terdepan untuk memperjuangkan apa yang menjadi keluhan karyawan salah satunya polemik yang tengah dihadapi sejumlah karyawan yang ada.

"Saya selaku Maneger, kalau ada karyawan-karyawan yang mengeluhkan permasalah yang mereka hadapi saya siap untuk jadi jembatan mereka untuk mempertanyakan hal yang dihadapi mereka," janji Rafik. [B-10]