Hindari Klaster Baru Covid-19, Jalur Pendakian Gunung Tambora Ditutup -->

Iklan Semua Halaman

.

Hindari Klaster Baru Covid-19, Jalur Pendakian Gunung Tambora Ditutup

Tuesday, August 11, 2020
Kepala Tata Usaha Balai Taman Nasional Tambora Deny Rahadi, S.Hut, M.Si dan Salah satu anggota LSM GAMPPING Ardiansah, S.Pd usai memberikan keterangan pers. Foto Poris Berita11.com.

Dompu, Berita11.com - Pendakian wisata Gunung Tambora di setiap momen 17 Agustus merupakan agenda yang sangat dinanti bagi para pencinta alam.

Pasalnya, momen yang bertepatan dengan perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia ini, para pecinta alam menggelar berbagai macam kegiatan di atas puncak gunung tersebut, salah satunya melaksanakan upacara bendera.

Namun sayangnya, pada tahun 2020 ini, kegiatan wisata tersebut harus ditiadakan karena seluruh jalur pendakian ditutup, hal itu dilakukan demi menghindari klaster baru wabah Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

Kepala Sub Tata Usaha Balai Taman Nasional Tambora, Deny Rahadi, S. Hut, M. Si, kepada Berita11.com mengatakan, alasan ditutupnya jalur pendakian karena mengkhawatirkan terhadap para pendaki, apalagi saat ini Kabupaten Dompu bahkan seluruh Indonesia tengah melawan pandemi Covid-19.

"Saat ini kita sedang perang melawan Covid-19, jadi pembukaan jalur pendakian dikhawatirkan muncul klaster baru, karena kami tidak bisa membatasi para pengunjung khusus Bima dan Dompu saja, tetapi pendatang yang dari zona merah, itu yang dikhawatirkan," ungkap Dedy saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/8) siang.

Dedy menjelaskan, hal itu juga dipertegas oleh Pemerintah melalui Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal (Dirjend) Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Nomor 9 Tahun 2020 tentang objek wisata yang bisa dibuka pada masa pandemi Covid-19.

Menurut Dedy, SE Dirjend Nomor 9 tahun 2020 tersebut, menyatakan ada satu objek wisata yang dibuka yakni wisata yang hanya satu hari (one thy trip) atau pulang pergi.

"Saat ini pemerintah sedang mengevaluasi, ada yang namanya reaktifasi tahap pertama salah satunya Taman Nasional Tambora, objek wisata yang sudah dibuka itu adalah Oi ma rai," jelasnya.

"Banyak sisi pertimbangan jika jalur pendakian dibukaan, terutama sisi kemanusiaan dan sisi aturan, jangan sampai Tambora terkenal dengan klaster baru Covid-19," sambungnya.

Untuk itu, Dedy berharap terhadap warga lebih khusus para pendaki yang sudah dianggap lenga (teman) Tambora, untuk bersabar di tahun ini, dan pihaknya belum bisa memastikan kapan dibukanya jalur pendakian Gunung Tambora.

"Kami berharap kepada para lenga Tambora agar bersabar dulu untuk tahun ini, kami khawatir, jangan hanya uvoria kita sesaat dengan merayakan 17 Agustus, kita yang kena dampaknya, sekali lagi mohon dimaklumi," harapnya. [B-10]