HUT ke-75 RI Tinggal Menghitung Hari, Dua Desa di Bima Bersitegang -->

Iklan Semua Halaman

.

HUT ke-75 RI Tinggal Menghitung Hari, Dua Desa di Bima Bersitegang

Friday, August 14, 2020
Aparat Keamanan Berupaya Membuka Ruas Jalan yang Ditutup Massa, Kamis (14/08/2020) Malam.

Bima, Berita11.com— Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia tinggal menghitung hari. Salah satu makna yang menyertainya, menguatkan persatuan dan rasa kebersamaan. Jauh dari makna itu, dua desa di Bima, Nusa Tenggara Barat bersitegang dan nyaris saling menyerang.

Dua desa bertetangga di Kabupaten Bima, Desa Runggu dan Desa Roka, Kecamatan Belo bersitegang dan nyaris saling serang di perbatasan kedua desa sekira pukul 20.30 Wita, Kamis (13/08/2020).

Ketegangan di dua desa ini terjadi sejak Senin (10/8/2020 malam lalu, yang mana Selasa esok harinya warga Desa Roka memblokade jalan di desa setempat. Pemicunya warga setempat tak terima atas penginiayaan terhadap Rizal, warga Desa Roka yang diduga dilakukan sejumlah pelaku dari Desa Runggu.

Ketegangan berlanjut pada Kamis malam karena warga Desa Roka mendengar informasi bahwa Rizal, korban pemukulan yang sedang dirawat di RSUD Bima dalam keadaan kritis. Sejumlah warga setempat berupaya memblokade jalan.

Tak lama atau sekira pukul 21.30 Wita, Kapolres Bima AKBP Gunawa Tri Hatmoyo S.IK bersama anggota tiba di Desa Roka Kecamatan Belo.

Kapolres Bima yang menemui Kades Roka Iksan S.Pd dan puluhan warga setempat, meminta warga Desa Roka bersabar dan memberikan waktu kepada pihaknya untuk menangkap pelaku penganiayaan.

“Kami meminta kepada masyarakat Desa Roka untuk bersabar dan berikan waktu kepada kami untuk menangkap pelaku penganiayaan terhadap warga Desa Roka,” harap Kapolres.

Belasan menit kemudian, ruas jalan yang ditutup, dibuka oleh aparat keamanan dan sejumlah warga Roka. Hingga kini, dua desa bertetangga ini masih bersitegang. [B-12]