Inspektorat Bakal Teruskan Pemeriksaan Dugaan Tilep DD/ADD Senilai 1 Miliar Lebih di Desa Hu'u -->

Iklan Semua Halaman

.

Inspektorat Bakal Teruskan Pemeriksaan Dugaan Tilep DD/ADD Senilai 1 Miliar Lebih di Desa Hu'u

Monday, August 24, 2020
Ketua Irban III Arifuddin usai memberikan keterangan pers. Foto Poris Berita11.com.

Dompu, Berita11.com - Inspektorat Kabupaten Dompu merencanakan bakal meneruskan pemeriksaan dugaan tilep atau penyalahgunaan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun 2018 dan 2019 senilai Rp1 Miliar Rp300 juta yang dilaporkan AMPP Desa Hu'u pada Senin (18/5) beberapa bulan lalu.

"Mungkin hari Senin (31/8) kami akan melanjutkan pemeriksaan," kata ketua Inspektur Pembantu (Irban) III wilayah Kecamatan Hu'u, Arifuddin saat ditemui Berita11.com di ruang kerjanya, Senin (24/8/2020) siang.

Menurut Arifuddin, selama laporan itu masuk, sebagian fisik sudah dilakukan pemeriksaan, namun ada sesuatu hal yang menjadi kendala sehingga mengharuskan untuk berhenti sejenak dan pemeriksaan itu dilakukan sudah tiga kali, termasuk rabat gang maupun pembangun kantor desa dan lain-lain.

"Kemarin ada terkendala yang dimana teman-teman dari tim pemeriksaan (investigasi, red) ada kegiatan Learing (belajar) dan uji kenaikan pangkat selama Dua Minggu," terangnya.

Arifuddin mengaku, terkait unsur kerugian belum bisa dipastikan, karena yang mengetahui semua itu adalah pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU), hal itu hanya Dinas PU yang bisa menjumlahkan tentang kerugian tersebut.

"Kami belum bisa memastikan berapa kisaran kerugian, tapi yang tahu semua anggaran yang digunakan itu adalah Dinas PU, kami juga masih ada tahapan dua kali untuk melakukan pemeriksaan," serunya.

Lebih jauh, Arifuddin mengakui dalam setiap turun melakukan pemeriksaan banyak hal yang terkendala di lapangan sehingga proses pemeriksaan agak tersendat-sendat. 

Apalagi saat ini, tengah dihadapkan dengan musibah non alam yakni pandemi Covid-19, tentu anggaran untuk operasional sedikit terkuras.

"Terkadang kami diancam oleh masyarakat, sehingga kami tidak bisa melanjutkan pemeriksaan. Selain itu, anggaran yang dipergunakan dalam hal itu, juga dipangkas untuk kebutuhan Covid-19 ini," keluhan Arifuddin. [B-10]