Lehernya Nyaris saja Digorok, Hasanudin Laporkan Terduga Pelaku ke Polisi -->

Iklan Semua Halaman

.

Lehernya Nyaris saja Digorok, Hasanudin Laporkan Terduga Pelaku ke Polisi

Thursday, August 27, 2020
Sebelah kanan korban istrinya dan sebelah kiri putrinya. Foto ist.

Dompu, Berita11.com - Seorang Kakek Hasanudin (67) warga Dusun Mada Oi Ka Leli, Desa Sori Tatanga, Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu nyaris saja lehernya digorok oleh terduga pelaku pria berinisial ADN (33) warga setempat pada Minggu (2/8) siang, sekira pukul 14.30 Wita.

Beruntung peristiwa menegangkan itu cepat dilerai putra korban sendiri yakni Supriyadin beserta warga di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Akibat kejadian tersebut, korban melaporkan ke Mapolres Dompu pada Kamis (6/8/2020) malam.

Menurut korban, kejadian itu berawal dari uang senilai Rp5 juta hasil timbangan jagung pasca panen, uang itu diambil oleh Sirajudin dari pembeli jagung si Ali, akhirnya Sirajudin membawa kabur uang itu kemudian diberikan kepada terduga pelaku ADN yang merupakan iparnya.

"Saya mendatangi rumah Sirajudin untuk meminta uang itu, ternyata uang itu sudah diserahkan ke ADN akhirnya saya memaksa Sirajudin untuk mengambil kembali uang kepada terduga pelaku ADN," ungkap korban saat di taman Kota Dompu usai memberikan keterangan saksi tambahan di Polres Dompu, Kamis (27/8) siang.

Ketika disuruh mengambil uangnya, Sirajudin malah tidak mau, sehingga keduanya terjadi cekcok mulut, namun di saat cekcok, tiba-tiba datang terduga pelaku dari arah belakang korban, di situlah terduga pelaku mulai melakukan aksinya.

"Saat itu, tiba-tiba terduga pelaku mendatangi saya dari belakang lalu dia mencekik leher saya bagian belakang sambil menodokan sebilah pisau dileher saya sambil berkata "hade ra ba nahu nggomi" yang artinya aku akan membunuhmu," terang korban.

Tak cukup sampai di situ, terduga pelaku menendang korban hingga terjatuh tersungkur ke dalam got, Istri dan Anaknya yang melihat kejadi itu teriak histeris, sehingga warga sekitar berdatangan beserta putra korban Supriyadin berhasil melerai terduga pelaku dan korban.

"Empat hari setelah kejadian baru saya laporkan di Polres Dompu, dengan pidana kasus percobaan pembunuhan," terang korban.

Berhubung laporannya hampir sebulan, korban berharap terhadap Aparat Penegak Hukum, agar kasus yang dialaminya dapat diproses secepatnya dan terduga pelaku segera ditahan dan diadili sesuai perbuatannya.

"Saya berharap pelakunya cepat ditahan dan diproses, apalagi laporan saya sudah hampir sebulan, supaya ada kepastian hukum," harap korban.

Hingga berita ini diturunkan, Pihak Kepolisian Resor Dompu masih dalam upaya konfirmasi terkait perkembangan kasus yang dialami korban. [B-10]