Massa FKPT Gelar Unras Meminta Pemda Bima segera Tertibkan Fasilitas Pasar Tente -->

Iklan Semua Halaman

.

Massa FKPT Gelar Unras Meminta Pemda Bima segera Tertibkan Fasilitas Pasar Tente

Thursday, August 27, 2020
Ikha saat berorasi di atas mimbar orasi. Foto ist.

Bima, Berita11.com - Massa dari Forum Komunikasi Pasar Tente (FKTP) menggelar aksi unjuk rasa (Unras) yang berlangsung di Cabang Tiga, Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Kamis (27/8/2020) pagi.

Massa aksi meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bima dalam hal ini Sekda beserta Kabag Ekonomi dan Komisi II DPRD Kabupaten Bima untuk segera menertibkan fisilitas pasar Tente.

Menurut koordinator lapangan (Korlap) Saiful Imam, dari 12 poin tuntutan yang mereka minta, salah satunya memindahkan tempat tugas salah satu oknum Sat Pol PP yang bertugas di pasar Tente karena diduga selalu bertindak sewenang-wenang dan cenderung anarkis.

Selain itu, massa aksi meminta untuk segera menarik kembali SIM T bagi penerima manfaat yang diperjual belikan, sejumlah 101 calon penerima manfaat peta atau toko dilalukan ferifikasi kembali,

Kemudian menindak lanjuti yang tidak berhak, salah satu angen pupuk dan penjual sayur dalam hal ini yang menempati toko yang bukan haknya serta menindak lanjuti salah satu kios yang diduga dimiliki oleh orang luar dari pada wilayah penerima. 

Selanjutnya, semua lahan Pemerintah, dalam hal ini UPTD pasar Tente yang dibangunin bangunan liar segera dilakukan pembongkar dan penertiban, mengingat jadinya pro kontrak terhadap beberapa tempat tersebut. 

Memaksimalkan penyaringan dan penjaringan nama-nama calon menerima manfaat pada toko tersebut, sehingga program tepat sasaran sesuai tingkat kelayakan dan meminta pembagian SK parkir dengan adanya indikasi tidak transparansi terkait tender SK.

Meminta agar segera dipasangkan CCTV di setiap sudut pasar guna meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan terutama pada malam hari, meminta SK keamanan pasar, kemudian proyek pembangunan yang masuk di pasar Tente agar bisa diperdayakan anak-anak forum yang tidak punya lapangan kerja. 

Meminta untuk memperhatikan beberapa nama yang terkena dampak atau pembongkaran tanpa memberikan solusi atau alternatif untuk peta atau toko penempatan yang layak dan meminta untuk dilakukan penertiban terhadap orang luar daerah (orang sumba).
Massa aksi dari FKPT usai menggelar orasi. Foto ist

Salah satu orator perempuan Nur Atika mendesak pihak terkait untuk segera turun dan melakukan penertiban pasar Tente

"Hari ini kembali kami turun di jalanan untuk menyaksikan permainan yang diperankan para pemangku kebijakan yang tidak berpihak terhadap rakyat kecil," teriak Ika di atas mimbar orasi.

Menurut dia, para pemangku kebijakan seoalah tidak berpihak terhadap rakyat miskin dan para pejabat yang berwewenang dalam hal itu seharusnya mengontrol di lapangan agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik dan mensejahterakan rakyat.

"Kami meminta kepada pemangku kebijakan untuk segera menindak lanjuti atau menyikapi atas 12 tuntutan kami dan segera turun ke lapangan dan melakukan penertiban," desak Ika.

Dikatakannya, hadirnya pemimpin adalah untuk mensejahterakan rakyatnya bukan malah menjerumuskan rakyat ke dalam kesengsaraan. 

Untuk itu, Ika berpesan kepada Pemda dalam hal ini Sekda beserta Kabag Ekonomi maupun Komisi II DPRD Kabupaten Bima untuk segera menyikapi atas sejumlah tuntutan tersebut.

"Untuk para pemangku kebijakan, saudara telah disumpah dan berjanji akan mensejahterakan rakyat, namun apabila sumpah itu tidak dilaksanakan, maka laknatulah bakal menghampiri saudara, mohon gunakan akal sehat saudara untuk kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat miskin," arahannya.

Setelah orasi secara bergantian, sekira pukul 10.40 Wita, Kapolsek Woha IPTU Edy Prayitno dan Kanit Ik AIPDA Ikhwan melakukan koordinasi dengan Ketua FKPT Junaidin bahwa akan ada konvoi dari bakal calon Bupati Bima dan Bakal Calon Wakil Bupati Bima (Safa'ad) dan akan melewati cabang tiga Desa Tente.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa mengganggu Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Woha sesuai imbauan Kapolsek Woha akhirnya masa aksi pun menerima dan membubarkan diri. Namun Ketua FKPT menegaskan apabila sejumalah tuntutan tidak diindahkan bakal melakukan aksi susulan. [B-10]