Resahkan Warga, Kades Jambu Imbau Warga tak Lepas Liar Ternak -->

Iklan Semua Halaman

.

Resahkan Warga, Kades Jambu Imbau Warga tak Lepas Liar Ternak

Friday, August 21, 2020
Ternak sapi saat berkeliaran di pemukiman warga. Foto Godam Berita11.com.

Dompu, Berita11.com - Kepala Desa (Kades) Jambu Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, Muhtar Ismail menghimbau kepada warganya yang merupakan pemilik ternak sapi berkeliaran yang meresah warga. 

Namun himbauan itu, warga setempat tak seorangpun mau mengindahkan bahkan imbauan itu sering kali diumumkan lewat Masjid maupun di tengah-tengah warga. Padahal, Pemerintah Desa sudah siapkan kandang sebagai tempat khusus ternak sapi.

"Saya sering menghimbau kepada masyarakat supaya ternak milik mereka agar dipindahkan ke tempat kandang khusus yang telah disediakan oleh Pemerintah Desa," ujar Kades, Kamis (20/8/2020) malam.

Menurut Kades, kandang tersebut telah dibuat lebih kurang empat bulan yang lalu dengan menggunakan anggaran desa, namun masyarakat tidak mau menggunakan. Bahkan ternak sapi berkeliaran di depan pemukiman warga.

"Kandang itu merupakan aspirasi dari pada masyarakat, kenapa masyarakat tidak mau pakai lagi, kami sudah penuhi aspirasinya kenapa masyarakat lagi yang tidak mau mengindahkan," tutur Kades.
Ternak sapi saat makan di samping pemukiman warga. Foto Godam Berita11.com.

Dikatakannya, saat ini desa tengah mengadakan kegiatan lomba kampung sahut, untuk itu, pihaknya meminta warga untuk ikut berpartisipasi dalam mensukseskan program tersebut.

"Saya menginginkan agar warga peduli terhadap keindahan maupun kebersihan agar kita tetap sehat, apalagi, kita sedang mengikuti lomba kampung sehat," seruannya.

Kades menagaskan, jika warga lebih khusus pemilik ternak sapi tidak mematuhi himbauan tersebut, pihaknya tidak sungkan-sungkan untuk menggeser keluar ternak sapi dari wilayah desa yang dia pimpin. Meskipun resikonya sudah siap menerima.

"Sebenarnya ini sudah menjadi kewajiban bagi masyarakat untuk mematuhi peraturan itu, apalagi pemerintah sudah mengindahkan tuntutan masyarakat, jika terus berkeliaran lagi saya akan angkut keluar di luar desa kita," isyaratnya.

"Apabila sapi atau ternak ini masuk pada lahan pertanian masyarakat tidak ada kebijakan lagi bagi pemilik ternak dan harus membayar kerugian pemilik lahan yang makan oleh ternak itu," pungkas Kades Muhtar Ismail. [B-10/Godam]