STKIP Taman Siswa Raih Hibah PPJJ -->

Iklan Semua Halaman

.

STKIP Taman Siswa Raih Hibah PPJJ

Thursday, August 27, 2020
Dosen STKIP Taman Siswa Bima, Ady Apriadi M.Pd. Foto Ist.

Bima, Berita11.com— Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima, meraih hibah penawaran bantuan dana penyelenggaraan pendidikan jarak jauh (PPJJ).

Sejumlah kampus yang mengikuti program PPJJ, termasuk STKIP Taman Siswa Bima dikabarkan meraih hibah tersebut. Hal itu sesuai surat Kemendikbud, nomor 1443/E2/SP/2020 tanggal 30 Juni 2020, tentang penawaran bantuan dana PPJJ.

Ketua tim proposal hibah skema pengembangan dari STKIP Taman Siswa Bima, Adi Apriadi M.Pd.

Dia menjelaskan, hibah PPJJ tersebut memiliki dua skema, yaitu pengembangan dan inisiasi. Skema pengembangan memiliki tingkat relatif lebih tinggi dibanding skema inisiasi.

Adi Apriadi mengaku senang dan lega atas capaian tim dalam meraih hibah tersebut. Dia mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama tim yakni Mariamah M.Pd, Syahriani Yulianci M.Pd dan Suciyati M.Pd dan atas dukungan yayasan serta Ketua STKIP Taman Siswa Bima.

“Tujuan dari kegiatan ini, adalah memberikan layanan pelaksanaan kebijakan merdeka belajar-kampus merdeka dalam skema jarak jauh. Beberapa mata kuliah yang dikembangkan di antaranya metode penelitian, perencana pembelajaran, evaluasi pembelajaran SD, dan pembelajaran tematik SD di Prodi PGSD dengan kategori MK hybrid atau blended,” ujar pria yang akrab disapa Adi, sebagiamana dikutip Humas STKIP Taman Siswa Bima dalam siaran pers, Kamis (27/08/2020).

Sementara itu, Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr Ibnu Khaldun Sudirman M.Si yang dikonfirmasi berkaitan hibah tersebut, bersyukur atas setiap capaian kampus setempat.

“Alhamdulillah hibah kali ini STKIP Tamsis Bima terus naik level setelah beberapa tahun sebelumnya pernah dapat hibah e-learning. Tugas ketua adalah terus mendorong, memberi kesempatan pada dosen-dosen muda untuk berkreasi, berinovasi mengembangkan Iptek yang dilandasi dengan pengamalan Imtaq yang baik. Dua hal tersebut harus seiring sejalan. Hibah ini juga menjadi hadir saat momentum kebijakan pembelajaran daring tahun ajaran baru ini,” ujarnya.

Sebagaimana surat Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, telah menilai proposal bantuan dana tersebut. Berdasarkan penilaian yang dilakukan, telah ditetapkan penerima bantuan dana sebagaimana terlampir dalam surat Kemendikbud 24 Agustus 2020.

Dalam surat tersebut, Kemendikbud juga menginformasikan perwakilan perguruan tinggi penerima bantuan dana akan mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) PPJJ pada waktu dan tempat yang akan diinformasikan lebih lanjut.

Untuk diketahui, jumlah proposal yang lolos pada skema pengembangan, lebih sedikit dibanding skema inisiasi, yaitu 14 berbading 32. [B-19]