Tega, tak Terima Ditegur, Pria ini Aniaya Pedagang Kaki Lima Hingga Berdarah -->

Iklan Semua Halaman

.

Tega, tak Terima Ditegur, Pria ini Aniaya Pedagang Kaki Lima Hingga Berdarah

Sunday, August 16, 2020
Terduga pelaku aniaya pedagang kaki lima setelah diamankan di Mapolsek Dompu. Foto ist.

Dompu, Berita11.com - Seorang pria berinisial US (35) warga Desa Mangge Asi, Kecamatan Dompu tega menganiaya Muhammad Fathir (37) pria yang merupakan pedagang kaki lima di taman Kodim 1614/Dompu hingga babak belur, Kamis (13/8).

Tak hanya memukul pakai tangan saja, pelaku juga menghantam korban menggunakan gelas kaca pada bagian wajah, sehingga korban mengalami luka sobek di bagian kening dan berlumuran darah.

Peristiwa berdarah ini bermula hanya masalah sepele yang dimana korban menegur pelaku untuk tidak ribut di areal penjualannya, Namun pelaku tidak mau terima.

Kapolsek Dompu IPDA I Kadek Swadaya Atmaja, S.Sos melalui PAUR Subbag Humas Polres Dompu menjelaskan, kejadian berawal dari seorang sales rokok bernama Fitri datang ke taman Kodim 1614/Dompu dengan seorang pria. 

Kemudian datang pelaku mengahmpiri, dan saat itu terjadi cekcok mulut antara pelaku dengan Fitri (Sales rokok).
Korban penganiayaan. Foto ist

Karena mendengar cekcok itu, korban yang berdagang di lokasi datang menegur dan berniat melerai keduanya agar tidak mengganggu kenyamanan di taman.

“Janga rebut di sini kawan, gak enak ganggu pengunjung lainnya yang datang di sini,” kata Hujaifah yang dikutip dari pernyataan korban. 

Akibat teguran itu, pelaku tersinggung sehingga meluapkan emosinya terhadap korban. Tak lama kemudiaan, datang sejumlah pemuda yang kebanyakan masih di bawah umur yang merupakan teman pelaku. 

"Para pemuda yang datang usai ditelpon oleh pelaku sebanyak tujuh orang melakukan pengerusakan satu buah kursi milik korban," beber Hujaifah.
Tujuh orang teman pelaku yang merusak kursi tempat jualan korban. Foto ist.

Pasca melakukan penganiayaan disertai pengerusakan, pelaku dan teman-temannya meninggalkan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan korban pun langsung dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis.

"Polisi mengetahui kejadian itu, langsung bertindak dan melakukan pendekatan terhadap keluarga pelaku agar segera menyerahkan diri, setelah pelaku menyerahkan diri, tujuh teman lainnya juga menyerahkan diri ke Mapolsek Dompu," tandas Hujaifah.

Adapun tujuh kawanan pelaku yang merusak fasilitas penjualan korban masing-masing berinisial, ASP (19), MD (16), RS (16) FG (17), FR (19), AA (16), JAL (20).

Usai mengamankan delapan terduga, polisi mendatangi TKP dan melakukan penggalangan terhadap keluarga kedua belah pihak agar tidak terjadi gangguan Kamtibmas. [B-10]