Terungkap, Kematian Iksan Pratama Diduga Dibunuh, Ini Motifnya -->

Iklan Semua Halaman

.

Terungkap, Kematian Iksan Pratama Diduga Dibunuh, Ini Motifnya

Thursday, August 20, 2020
Terduga pelaku inisial MM setelah diamankan Mapolres Dompu. Foto ist.

Dompu, Berita11.com - Peristiwa kematian Iksan Pratama pria 30 tahun, warga Dusun Potu Dua, Desa Dorebara, yang terjadi di Dusun Karama Desa Tolokalo Kecamatan Kempo pada Selasa (18/8/20) beberapa hari lalu akhirnya kini terungkap.

Terduga pelaku merupakan rekan korban sendiri yang juga ada kaitan hubungan keluarga (ipar) berinisial MM pria 27 tahun warga Dusun Potu Dua, Desa Dorebara, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu NTB.

Menurut Kasat Reskrim Polres Dompu IPTU Ivan Roland Cristofel S.T.K, peristiwa mengenaskan tersebut, dipicu lantaran terduga pelaku sakit hati, karena, korban pernah menjanjikan untuk menjadikan sopir mobil truck yang akan dibeli nantinya.

"Pelaku kecewa, setelah mobil sudah dibeli, si pelaku tidak dipercaya untuk membawa mobil tersebut, padahal sebelumnya korban pernah berjanji kepada pelaku untuk menjadi sopirnya," ungkap kasat Reskrim saat dihubungi Berita11.com via telpon WhatsApp, Kamis (20/8) malam.

Saat ada kemacetan mobil di Lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) sebelum tanjakan moti to'i di sekitar wilayah Desa Tolokalo, sekira pukul 02.00 Wita terduga pelaku mulai beraksi.

"Korban pada saat itu sedang tidur di belakang mobilnya, di situlah terduga pelaku habisin korban dengan menggunakan batu di kepala bagian belakang sehingga korban mengalami luka robek yang cukup serius dan mengalami pendarahan yang cukup parah juga keluar darah di telinganya sehingga nenyebabkan korban meninggal di tempat," terang Kasat Reskrim.

Terkait keterlibatan satu orang rekannya juga merupakan keluarga korban (mertua) inisial SMR pria 49 tahun, tidak tahu menahu pada saat kejadian karena pada saat itu SMR sedang berada di dalam mobil, namun pihak Kepolisian masih mendalami.

"Untuk keterangan sementara, saat kejadian itu, sekitar pukul 02.00 dini hari, mertuanya posisi berada di dalam mobil, tapi kami sedang menggali lebih jauh," bebernya.

Akibat perbuatannya, terduga pelaku diganjal dengan pasal sangkaan yakni Pasal 338 tentang pembunuhan Jo 351 Ayat (3) KUHP Tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman penjara minimal 15 tahun dan maksimal 20 tahun. [B-10]