Wacanakan Bangun SIT, STKIP Tamsis Gandeng Al Wildan Tahfidz International Islamic School -->

Iklan Semua Halaman

.

Wacanakan Bangun SIT, STKIP Tamsis Gandeng Al Wildan Tahfidz International Islamic School

Thursday, August 20, 2020
Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr Ibnu Khaldun M.Si Foto saat Berkunjung ke Al Wildan Islamic School BSD City.

Bima, Berita11.com— Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima memang beda. Kampus pendidikan terkemuka di Bima itu selalu terdepan dalam segala lini. Hal itu terbukti dari berbagai prestasi yang ditorehkan menjadi indikator bahwa kampus tersebut memang selangkah lebih maju.

Sebagai kampus yang fokus di bidang pendidikan, "Kampus Merah" sudah menunjukkan taring di dunia internasional dengan berbagai program kerja sama yang dicanangkan. Beberapa di antaranya kerja sama antarperguruan tinggi terkemuka di Malaysia dan Filipina untuk pengembangan di bidang keilmuan dan SDM, baik mahasiswa maupun dosen.

Kini, kampus yang berlokasi di Kabupaten Bima itu kembali melebarkan sayap menjajaki kerja sama dengan salah satu sekolah Islam bertaraf internasional untuk pengembangan misi kampus dengan program unggulan iklim dzikir. Memang, program ini sudah berjalan dengan baik dan terarah selama beberapa tahun terakhir. Karena kampus setempat tidak saja fokus pada bidang keilmuan, tapi juga berorientasi pada pembangunan karakter Islami terhadap civitas akademika setempat.

Untuk itu, dalam menyukseskan program iklim dzikir ini, perguruan tinggi pendidikan Taman Siswa Bima mengunjungi Al Wildan Tahfidz International Islamic School yang berkedudukan di Serpong, Tangerang.

STKIP Tamsis dan sekolah Islam bertaraf internasional itu akan menjalin kerja sama dalam penguatan iman dan taqwa program tahfidz.

Hal ini disampaikan Ketua STKIP Tamsis Bima, Dr Ibnu Khaldun Sudirman MSi. Pekan lalu pihaknya sudah menemui pendiri/konseptor Wildan Tahfiz Internasional School.

Menurutnya, kerja sama itu akan membawa manfaat yang baik bagi penguatan iklim zikir di kampus setempat. Sebab, tahun ini bagi mahasiswa baru hafiz 25-30 juz di kampus setempat akan mendapatkan beasiswa hingga jenjang S2. Demikian juga para dosen akan diberikan fasilitas khusus.

"Kenapa kita menjalin kerja sama dengan Wildan Tahfiz Internasional, karena di Taman Siswa ini sejak tahun 2015 lalu, arah pengembangan Imtaq dalam program iklim zikir telah mengalami perkembangan yang signifikan. Hal itu ditandai dengan 50 hafiz dari mahasiswa dan dosen sudah setor hafalan dari beberapa surat-surat tertentu, 1 juz, 3, 5 sampai 20 juz,” katanya.

Di kampus STKIP Tamsis juga sudah memiliki rapor beradab untuk dosen dan pegawai, yang mana indikatornya mendukung visi beradab, misi iman taqwa itu, salat berjamah, iklim salat, puasa sunah,dhuha, infak sedekah.

“Tradisi ini mengalami pembaharuan dengan memberikan fasilitas khusus bagi mahasiswa, dosen dan pegawai yang serius di bidang tersebut,” tuturnya.

Mantan Staf Ahli DPR RI ini menjelaskan, kerja sama itu akan diawali kegiatan visiting leader, bertukar pengalaman nanti juga bisa berkembang mahasiswa, lulusan, dan juga dosen yang memiliki kemampuan tahfiz berpeluang untuk ikut belajar di sana. Bisa dalam sekali semester atau sekali setahun berkunjung.

Selain itu, Yayasan Taman Siswa akan membuka kemungkinan membangun sekolah islam terpadu, sebagai laboratorium sekolah pendidikan, sehingga diperlukan pemahaman tentang bagaimana tata kelola pengembangan sekolah unggulan.

“Sementara ini kita saling mengunjungi, nanti bila beliau Dr Abdurrahim (pendiri Wildan Tahfiz Internasional School) pulang kampung akan berbagi pengetahuan pengalaman,” terangnya.

Di samping itu, Dr Ibnu juga sudah mengunjungi langsung sekolah tersebut dan belajar beberapa hal pokok seperti hubungan yayasan dan pimpinan, melihat lebih dekat tata ruang tiga sekolah berlantai 3-5 dengan fasilitas memadai, SDM guru-guru unggul dari puluhan negara.

Ia mengatakan, yang paling menonjol dari sekolah tersebut yaitu kesadaran masyarakat untuk memilih sekolah unggul tempat sekolah bagi putra-putrinya meski dengan biaya relatif mahal Rp50 juta, sebagai biaya mendaftar.

Berada di daerah masyarakat ekonomi menegah ke atas adalah faktor pendukung utama. Di mana siswa setempat didominasi mayarakat berekonomi menengah ke atas.

“Wildan School sedang terus membangun fasilitas, semakin lengkap karena setiap tahun terus meningkat siswa saat ini saja ada 3500 yang tersebar di lima titik sekolah termasuk nantinya di Benhil dan Lebak Bulus Jakarta,” ujarnya.

Sekolah tersebut bisa berkembang pesat karena jejaring nasional dan internasional yang sudah dibangun dengan visi besar yang sangat kuat.

Menurutnya, antara pemilik Al Wildan Tahfiz Internasional dengan STKIP Tamsis Bima memiliki chemistry dan memiliki sejarah panjang.

"Dr Abdurrahim ini adalah orang yang mengagumi pembina Yayasan Tamsis (Drs Sudirman (guru), karena beliau adalah lulusan sekolah pendidikan guru berdarah Huu-Parado, dengan ketua Tamsis pernah satu almamater di Mataram, hijrah ke provinsi karena punya keunggulan memiliki bahasa Inggris yang baik, berkualifikasi sejak SD sampai SPG dan memiliki visi kewirausahaan yang kuat,” ujarnya.

“Bahkan dalam dua tahun ini sudah mendirikan pondok Tahfidz di Kecamatan Huu dan digratiskan (untuk) siswa-siswa setempat,” ujar Ibnu.

Selain itu, pendiri Wildan Tahfiz Internasional juga sangat aktif mendirikan wirausaha pendidikan seperti Al Fajar, Sekolah Unggulan Islam Terpadu Abu Hurairah berlokasi di Mataram.

“Beliau hijrah menjadi konsultan Kementerian Agama dan puluhan sekolah unggulan di Jabodetabek sembari melanjutkan program doktornya di Universitas Negeri Jakarta,” pungkasnya. [B-24]