Heboh, IRT di Kota Bima Ngamuk karena Telanjur Makan Oreo Mengandung Babi, ini Penjelasan BPOM dan Pemilik Toko -->

Iklan Semua Halaman

.

Heboh, IRT di Kota Bima Ngamuk karena Telanjur Makan Oreo Mengandung Babi, ini Penjelasan BPOM dan Pemilik Toko

Tuesday, September 15, 2020
Suasana saat Aksi Protes IRT Berkaitan Produk Makanan yang Dijual Gabung oleh Swalayan MM. Foto B12/ Berita11.com.

Kota Bima, Berita11.com— Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kota Bima, Annisa Puspitasari melakukan aksi protes terhadap pemilik swayalan MM (inisial) di lingkungan Soncotengge Kota Bima karena telanjur mengonsumsi produk makanan Oreo yang mengandung babi, Selasa (15/09/2020) siang. Pegawai salah satu instansi ini mengaku awalnya tidak mengetahui produk makanan yang dia beli ternyata mengandung babi, karena dijual dengan sejumlah produk lain di swalayan tersebut.

Anissa mengaku, produk Oreo dia beli pada Minggu, (13/09/2020) lalu. Produk itu diambil oleh anaknya dari rak swalayan tersebut. Setelah membayar daftar belanjaan dan tiba di rumah, dia dan anaknya mengonsumsi makanan tersebut tanpa memerhatikan bungkusan makanan.

“Paginya saya dan kedua anak saya lagi mau makan, karena hp-nya rusak, jadi anak saya yang kelas 6 SD sambil memasak makanan tersebut , dia baca baca box kemasan Oreo. Selanjutnya anak saya yang kelas 6 SD Itu berbicara jangan marah ya mah. Saya jawab kenapa? dijawab sama anak saya, Oreo sareal yang kami pilih semalam ternyata mengandung babi,” ceritanya.

Bak disambar petir, Anissa kaget setelah mengetahui jika Oreo yang dimakannya mengandung babi. Dia kemudian mendatangi swalayan MM di Lingkungan Soncotengge memprotes perihal makanan yang dijual pusat belanja tersebut, karena tidak dipisahkan dengan barang lain. Namun pemilik MM hanya menjawab lemboade (bersabar), tanpa disertai permohonan maaf.

Tidak puas dengan jawaban pemilik MM, Anissa kemudian memposting perihal barang itu di media sosial facebook. Dia kembali mendatangi swalayan MM pada Selasa (15/09/2020). Pada saat bersamaan juga ada beberapa petugas kepolisian dan petugas BPOM yang hadir di swalayan tersebut.

Manajer MM, Yanti membenarkan bahwa IRT bernama Anissa Puspitasari membeli Oreo di swalayan setempat. Menurut dirinya, apa yang terjadi merupakan bentuk kekhilafan pihaknya.

“Saya sudah tanya di supllier, baru masuk. Itu khilafan kita, karena ada BPOM saja, barangnya baru datang. Karena saya dari suppllier tidak diinfokan bahwa barang ini mengandung babi. Saya tidak menyangka bahwa sereal itu mengandung itu,” katanya.

Menurut dia, pihaknya hanya mengecek bagian depan dan atas kotak makanan, khsusunya terkait tanggal kedaluarsa (expired).

“Saat barang datang kita tidak mengecek di sisi kotaknya. Hanya mengecek kondisi kotak masih bagus, tidak penyok dan tanggal expired. Kita cek hanya tanggal expired saja, karena itu barang stiker di samping kita tidak melihatnya. Coba mereka tempel di depan, kita lihat. Karena itu ditempel di samping. Kita ngecek saat barang datang lihat di atasnyanya. Kita cek di samping. Kita hanya cek tanggal expirednya saja,” katanya saat ditanyai sejumlah wartawan.

Yanti juga mengakui jika di swalayan miliknya terdapat beberapa produk makanan dari luar negeri yang kemungkinan dari Taiwan dan sejumlah negara lain tanpa label halal. Namun menurutnya, sejumlah barang itu dipasok dari supplier di Surabaya.

“Produk baru masuk Agustus. Oreo cuma lima kotak. Ada notanya kemarin, bukan lima yang tersisa penjualan. Itu saya sudah tanya di supllier, “ katanya.

Yanti tak menampik jika produk yang mengandung babi dipajang di rak yang sama dengan makanan lain.

Adapun Kepala Pos Pengawas Obat dan Makanan (POM) Bima, Yogi Abaso menjelaskan bahwa produk Oreo yang dijual Marina Mart memiliki label BPOM yang ditempel.

“Setelah kami cek web BPOM, produk tersebut masih berlaku izin edarnya. Yang kedua, menurut pengaturan Badan POM, terkait dengan label dan produk iklan serta cara ritel pangan yang baik Tahun 2011, menyampaikan bahwa produk pangan olahan dapat mengandung babi dengan tata cara sesuai ketentuan yang berlaku seperti pelabelan seperti inimengandung babi dan produk ini setelah kami perhatikan memenuhi persyaratan label,” kata Yogi kepada wartawan disaksikan Kepala Diskoperindag, Kepala Bakesbangpol Kota Bima, Kapolsek Rasanae Barat dan sejumlah anggota Polres Bima Kota yang ke lokasi.

Menurut Yogi, sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012, produk yang mengandung babi sebagaimana produk Oreo yang dijual di swayalan MM bisa beredar di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hanya saja mengikuti ketentuan, di antaranya penandaan khusus atau label. “Misalnya dengan label tulisan mengandung babi dan gambar babi dengan tinta merah dan latar putih. Dan ini sudah sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Ia menambahkan, sebagaimana Peraturan Kepala BPOM Tahun 2011, terkait cara ritel yang baik, bahwa produk yang mengandung babi bila diperjual belikan di sarana, harus dipisahkan dari tempat produk yang lain dan dengan penandaan yang jelas. [B-12]