Jambret HP, Dua Pria Kandai Satu Harus Mendekam di Balik Jeruji Besi -->

Iklan Semua Halaman

.

Jambret HP, Dua Pria Kandai Satu Harus Mendekam di Balik Jeruji Besi

Thursday, September 10, 2020
Dari kanan, terduga pelaku DD, AS dan ujung kiri Kasat Reskrim Polres Dompu usai menggelar konferensi pers. Foto Poris Berita11.com.

Dompu, Berita11.com - Nekat melakukan aksi penjambretan Handphone (HP), dua pria masing - masing berinisial AS alias Ego (46) dan DD (22) warga Lingkungan Kandai, Kelurahan Kandai Satu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu NTB terpaksa mendekam di balik jeruji besi.

"Aksi penjambretan terjadi di halaman SDN 21 Dompu Lingkungan Sambi Tangga Kelurahan Kandai Satu, pada Kamis (3/9) malam," ungkap Kasat Reskrim Polres Dompu IPTU Ivan Roland Cristofel, S.T.K saat menggelar konferensi pers, Rabu, (9/9/2020) siang.

Ivan menjelaskan, pada Kamis malam, sekira pukul 21.00 Wita, terduga pelaku AS dan DD awalnya pergi nonton Biliar di Lingkungan Sambi Tangga, pulang dari tempat Biliar dan menuju rumah pamannya.

Namun tiba di depan SDN 21 Dompu, AS mematikan sepeda motornya dan masuk ke halaman sekolah dengan meloncat pagar, selang satu menit AS keluar dengan membawa Hp milik korban Insan Putra Kemerdekaan alias Faril.

"Hp tersebut dimatikan, kemudian AS dan DD menuju rumah pamannya, tak lama di situ, mereka ke Lapangan Bola di Kandai Satu, usai duduk-duduk di sana, kedua terduga pelaku menuju Kecamatan Woja," ungkap Kasat Reskrim.

Saat di Lingkungan Renda Kelurahan Simpasai, kedua terduga pelaku di kejar oleh satu unit sepeda motor yang merupakan anggota Polres Dompu saat tidak menggunakan pakaian dinas, kemudian disuruh berhenti, tetapi AS dan DD tidak mau berhenti.

Akhirnya, anggota tersebut terpaksa menendang sepeda motor yang dikendarai terduga pelaku, kemudian terjatuh, akhirnya pelaku dan sepeda motor digiring ke Mapolres Dompu guna diproses lebih lanjut.

Menurut Kasat Reskrim, sebelumnya, pelaku kerap kali melakukan aksinya, sehingga kasus ini terungkap setelah kejadian dialami oleh anak anggota TNI yang berdinas di Makodim 1614 Dompu, sehingga melaporkan kejadian yang alami putranya.

"Korban ini merupakan anak dari anggota TNI dan orang tuanya sendiri membuatkan laporan, dan pelaku melakukan ini untuk kebutuhan sehari-hari," beber Ivan.

Sementara, terduga pelaku mengakui atas perbuatannya, dalam sehari, pelaku melakukan aksinya sebanyak tiga kali dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berbeda.

"Kemarin hari Kamis, tiga kali, TKP nya, di Desa Kareke, Rumah Sakit Dompu, dan Kelurahan Kandai Satu," terang pelaku AS.

Akibat perbuatannya, terduga pelaku diganjar dengan pasal sangkaan yakni pasal 365 ayat (1) ke-4 KUH-Pidana Jo Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUH-Pidana yaitu tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan atau Pemberatan dengan ancaman hukuman di atas 7 tahun penjara. [B-10]